Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas (Satgas) Pemberantasan Pengaturan Skor terus bergerak. Kemarin, giliran Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria yang menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor Dittipikor Bareskrim Polri, Jakarta.
Pemeriksaan Bareskrim itu yang kedua kalinya dilakukan kepada Ratu setelah tak tuntas pada kedatangan pertama pada akhir Desember 2018 lalu. Ratu diperiksa selama empat jam.
Ratu menuturkan, pemeriksaan masih berkisar mekanisme dan prosedur PSSI sebagai sebuah organisasi. Ia tak sedikit pun mengutip adanya materi soal fokus Bareskrim dalam kasus pengaturan skor antara PSS Sleman dan Madura FC.
“Hari ini lanjutan yang kemarin yang lebih fokus mengarah pada mekanisme dan standard operating procedure yang ada di PSSI. Disebut juga langkah-langkah PSSI yang sejak 2017 untuk memerangi pengaturan skor dengan kerja sama dengan Genius Sport,” kata Ratu.
Sekjen perempuan pertama di PSSI itu mengaku akan menyerahkan data yang dikeluarkan Genius Sport untuk pihak Kepolisian jika diperlukan. Genius Sport sendiri merupakan perusahaan yang mengumpulkan data olahraga. Partner Genius Sport di dunia antara lain Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Bundesliga, dan Liga Primer Inggris.
“Pastilah (akan memberikan data) karena posisinya kan seperti dua sisi mata uang. Jadi, ini bentuk kerja sama. Kita pun memerlukan bantuan dari Satgas akan apa yang bisa dikembangkan di area Komisi Disiplin (Komdis) sehingga kita bisa menegakkan hukum sepak bola sebaik-baiknya.”
Sebelumnya, Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono, mengatakan, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan terhadap Ratu Tisha Destria sebagai saksi dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional.
“Sesuai agenda, tim penyidik Satgas Antimafia Bola melakukan pemanggilan kembali Sekjen PSSI,” kata Argo.
Argo menambahkan, pemanggilan Ratu Tisha dilakukan untuk meminta keterangan soal dugaan pengaturan skor di pertandingan PSS Sleman dengan Madura FC. Katanya, pihaknya meminta klarifikasi kepada Sekjen PSSI tersebut.
“Tim Satgas Antimafia Bola melakukan penyelidikan terkait pertandingan PS Selman dan Madura FC,” sebut Argo.
Kepolisian sendiri telah menangkap empat tersangka, yakni Priyanto alias Mbah Pri, Anik Yuni Artikasari alias Tika, Tjan Lin Eng alias Johar, dan Dwi Riyanto alias Mbah Putih.
Keempat tersangka itu dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Dukung Satgas
Pada bagian lain, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Risha Adi Wijaya mengaku mendukung penuh tugas Satgas Mafia Bola. Ia pun siap membantu jika dibutuhkan.
Risha sendiri memenuhi panggilan Satgas Antimafia Pengaturan Skor untuk memberikan keterangan terkait dengan kasus dugaan pengaturan pertandingan di liga sepak bola nasional.
“Pada prinsipnya kami sangat setuju dan senang dengan adanya pemberian keterangan kepada satgas mafia bola karena kami ingin kompetisi ini baik, bernilai positif, dan kompetitif,” kata Risha di Jakarta, kemarin. (Fer/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved