Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria akhirnya memenuhi undangan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait isu pengaturan skor di Jakarta, Jumat (28/12).
Sekjen perempuan pertama di PSSI ini diperiksa selama lima jam dan menjawab 23 dari 40 pertanyaan yang disiapkan. Pemeriksaan yang belum tuntas ini membuat Ratu akan kembali memenuhi undangan lanjutan tim penyidik pada Jumat (4/1) pekan depan.
Ratu dalam sesi wawancara menyebut pertanyaan tim penyidik berkenaan dengan tugas dan tupoksi PSSI. Perihal pertanyaan terkait isu pengaturan skor di sepak bola Indonesia, Ratu tak menjelaskan secara rinci.
"Pertanyaan terkait tugas dan mekanisme PSSI, terkait pula komitmen dan kesungguhan PSSI. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk kepolisian karena kami tak bisa mengatasi ini sendirian," kata Ratu.
Lebih lanjut, Ratu juga menyampaikan komitmen PSSI yang ingin menuntaskan isu pengaturan skor yang saat ini menggerogoti PSSI.
"Kami juga sampaikan akan koperatif atas penyelidikan yang sedang berlangsung. PSSI juga berkomitmen penuh membersihkan hal-hal yang melawan sportivitas dan fair play," imbuhnya.
Seperti diketahui, kredibilitas PSSI terus tergerus setelah beberapa pejabat terasnya tersandung hukum terkait dugaan pengaturan skor dan penipuan. Yang terbaru ialah anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto yang diamankan pihak kepolisian. Sebelumnya terdapat tiga nama yang lebih dahulu dicokok pihak berwajib yakni anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan Komite Wasit Priyanto, dan Yuni Anik Artika yang merupakan wasit futsal.
Menanggapi hal itu, Ratu kembali menegaskan PSSI akan mengikuti proses hukum. Sebagai timbal baliknya, PSSI akan melakukan sinergi kuat dengan Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor melalui Komite Ad-Hoc yang saat ini sedang digodog. Ratu bahkan menyebut akan meminta dan melibatkan FIFA dalam hal ini.
"PSSI telah mengundang FIFA untuk memberikan panduang kepada PSSI dalam pembentukan tim Ad-Hoc. FIFA mungkin hadir sebelum Kongres pada awal Januari dan dikesempatan yang sama kami akan undang Kepolisian. Tidak hanya bicara pengaturan skor, tapi juga pemahaman sepak bola hingga pengamanan," tutupnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved