Salah Buktikan tidak Sekadar Pembobol Gawang Lawan

Satria Sakti Utama
22/12/2018 21:30
Salah Buktikan tidak Sekadar Pembobol Gawang Lawan
((Photo by Geoff CADDICK / AFP) )

PENYERANG Liverpool Mohamed Salah membuktikan diri sebagai penyerang paling berbahaya di Liga Primer Inggris. Ia tidak sekadar menjalankan tugas membobol gawang lawan, tapi juga menjadi kreator gol.

Pada laga terakhir Liverpool di Molineux Stadium yang merupakan markas Wolverhampton Wanderers, Salah mencetak satu gol dan memberikan satu assist. 'The Reds'--julukan Liverpool--pun menang 2-0 dari tim tuan rumah.

Salah merobek gawang kiper Rui Patricio setelah menerima umpan mendatar dari Fabinho di menit ke-18. Gol itu membuat penyerang 26 tahun ini memimpin sementara perebutan 'sepatu emas' atau pencetak gol terbanyak. Salah total sudah mencetak 11 gol hingga pekan ke-18 Liga Primer Inggris, unggul satu gol saja dari bomber Arsenal Pierre Emerick-Aubameyang.

Di sisi lain, tidak banyak penyerang yang mampu menjalankan tugasnya sebagai kreator gol. Tapi Salah mampu melakukannya. Satu assist-nya untuk gol Virgil van Dijk membuat pesepak bola asal Mesir ini telah lima kali mengkreasikan peluang emas untuk rekan-rekannya. Dua kali di antaranya ia kombinasikan dengan torehan gol.

Baca juga: Liverpool di Puncak Klasemen, Van Dijk dan Klopp Ogah Jumawa

Kata positif juga pantas disematkan kepada Van Dijk. Bek asal Belanda ini dalam kondisi tidak prima dalam laga ini karena mengalami demam. Namun, ia tetap tampil luar biasa dan mencetak satu gol untuk timnya.

"Malam ini pertandingan yang sulit bagi saya, saya merasa sedikit demam dan tidak dalam kondisi 100%. Tapi ini malam yang penting bagi kami, kami menang dan ini langkah besar," kata eks pemain Southampton itu.

Tiga poin membuat Liverpool tetap memastikan diri duduk di peringkat teratas Liga Primer Inggris hingga pekan ke-18. Mereka kini mengoleksi 48 poin sekaligus menjaga jarak dari pesaing terdekatnya Manchester City.

Sementara itu, Manajer Liverpool Jurgen Klopp tampaknya sudah tidak sabar untuk berduel dengan Manchester City.

Pertarungan kedua tim akan berlangsung di awal 2019, tepatnya 4 Januari 2019. Liverpool pun masih harus menghadapi dua laga sulit sebelum melawan tim asuhan Pep Guardiola tersebut.

"Kami memiliki Manchester City yang telah menunggu dan itu akan menjadi laga yang sulit. Kami harus memiliki rencana yang berbeda, tapi pemain menunjukkan bahwa mereka siap," kata Klopp.

Dari kubu Wolverhampton, sang arsitek Nuno Espirito Santo merasa timnya bermain cukup baik untuk mencuri setidaknya satu gol dalam laga ini.

Wolves--julukan Wolverhampton-- memiliki lima peluang mengarah langsung ke gawang. Tapi penampilan apik kiper Liverpool Alisson menggagalkan seluruh peluang tersebut.

"Kami memulai laga dengan baik tapi kemudian kami gagal menjaga konsistensi selama permainan. Pemain bekerja keras dan sulit melawan tim seperti Liverpool, khususnya ketika mereka menyerang. Kami pantas mendapatkan minimal untuk satu gol," kata Santo. (goal/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya