Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL yang ditorehkan Bhayangkara FC pada musim ini belum sepenuhnya memuaskan hasrat the Guardian. Setelah menjadi kampiun Liga 1 2017, tahun ini the Guardian harus puas finis di posisi ketiga klasemen dengan perolehan 53 poin. Bhayangkara FC kalah bersaing dengan PSM Makassar yang berada di posisi kedua dan Persija Jakarta yang meraih gelar juara.
CEO Bhayangkara FC, Irjen (Pol) Refdi Andri, mengatakan, pada kompetisi musim depan the Guardian menargetkan pencapaian yang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun ini, dengan mengulang sukses 2017.
"Kami berharap 2019 tim bisa tampil lebih baik dan lebih gemilang lagi dari apa yang sudah dicapai pada 2017 dan 2018. Karena mereka memang sudah mengevaluasi, mempersiapkan diri, dan mengatur strateginya sendiri, tentu ini akan menjadi pengalaman agar kami bisa tampil lebih prima lagi tahun depan," ujar Refdi di sela-sela acara Syukuran Bhayangkara FC di Jakarta, kemarin.
Walau menargetkan gelar juara di Liga 1 tahun depan, the Guardian hanya sedikit melakukan perombakan pemain menghadapi musim kompetisi mendatang. Klub yang bermarkas di Stadion PTIK Jakarta itu hanya akan mendatangkan empat atau lima orang pemain baru.
Manajer tim Sumardji mengatakan, pemain lokal akan dipertahankan kecuali mereka yang berstatus sebagai pemain pinjaman. Adapun untuk pemain asing penyerang asal Portugal Elio Martins dan bek asal Montenegro Vladimir Vujovic akan dilepas. Sementara itu, soal Paulo Sergio Goncalves, jelas Sumardji, pihaknya masih dalam proses negosiasi dengan Bali United karena dalam klausul kontrak di Bhayangkara FC untuk Paulo itu sampai 2019.
"Jadi kemungkinan untuk Paulo masih kita bicarakan kelanjutannya seperti apa. Yang pasti kita belum mengeluarkan berita pelepasan mereka," ujar Sumardji.
Untuk pemain asing, tambah Sumardji, Bhayangkara FC membutuhkan striker. "Untuk posisi stopper (pemain belakang) juga sudah ada beberapa pilihan, mudah-mudahan Januari ini sudah betul-betul fix baik asing maupun lokal," lanjutnya.
Di sisi lain, kapten sekaligus bek Bhayangkara FC Indra Kahfi menganggap target tingi yang ditetapkan manajemen bukan sebagai beban. "Semakin besar tantangan kami semakin bersemangat," kata Indra.
Tunggu putusan PSSI
Terkait dengan rencana penggantian pelatih, Sumardji mengatakan, masih menunggu keputusan dari Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI). Sebelumnya, Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, memang digadang-gadang sebagai calon terkuat pelatih timnas Indonesia.
Sumardji mengatakan, baik klub maupun Simon masih sama-sama menunggu kabar dari PSSI.
"Untuk rencana B (pengganti Simon) sudah saya pegang, yang pasti saya minta pelatih asing. Tapi, kita tunggu saja nanti keputusannya dari timnas (PSSI) seperti apa. Apakah PSSI akan mengambil Simon atau tidak. Kalau tidak, maka kita akan tetap bersama Simon. Kita juga sudah ada komunikasi sama Simon, tetapi belum komunikasi sama PSSI, yang pasti kami semua dalam situasi saling menunggu," jelasnsya. (R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved