Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGALAMAN adalah guru yang paling baik. Pepatah itu sepertinya dipahami betul oleh Barito Putra. Itu sebabnya mereka tidak mau menganggap enteng semua lawan yang akan mereka hadapi di ajang Piala Indonesia.
Tim berjuluk ‘Bekantan Hamuk’ itu memang akan bersua Persbul Buol pada babak 64 besar Piala Indonesia, besok (Rabu, 19/12). Meski lawan mereka ialah tim Liga 3, skuat ‘Bekantan Hamuk’ menolak jemawa.Mereka tampaknya tak ingin bernasib sama seperti PSMS Medan yang terdepak dari ajang tersebut setelah dikalahkan tim Liga 3, 757 Kepri Jaya, 3-4 pada pekan lalu.
Karena itu, Jacksen F Tiago mengingatkan anak-anak asuhnya untuk tetap waspada.Menurutnya, perbedaan kasta tak bisa menjamin timnya akan memenangi duel nanti. Apalagi mereka akan tiba di Stadion Mini Kuonoto Buol tanpa kehadiran empat pemain asingnya.
Skuat yang berakhir di posisi sembilan klasemen Liga 1 2018 lalu itu pun telah mempersiapkan 18 pemain lokal.
“Tim harus belajar dari PSMS Medan yang kemarin tersingkir dengan Kepri Jaya. Level permainan bukan menjadi persoalan, tetapi sikap. Tim harus benar-benar mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tandas Jacksen.
Sementara itu, dari transfer pemain, Alfin Tuasalamony tampaknya bisa bernapas lega setelah mendapat kejelasan dari Arema FC. Pemain yang biasa menempati posisi bek sayap kanan atau kiri tersebut telah mendapat tawaran perpanjangan kontrak selama dua musim ke depan.
Sebelumnya, Alfin akan mengakhiri karier pada Januari tahun depan. Meski demikian, General Manager Arema FC Ruddy Widodo memastikan Alfin layak dipertahankan.
“Kami berani mengontrak dia lebih dari dua musim karena ada rekomendasi dari tim pelatih sehingga ini bukanlah semata-mata keputusan dari manajemen,” tegas Ruddy.
Lain halnya dengan pelatih, Ruddy tampaknya masih enggan mengungkapkan sosok pengganti posisi Milan Petrovic sebagai juru strategi. Ruddy hanya membocorkan bahwa Arema FC tetap akan menggunakan jasa pelatih asing.
Sementara itu. manajemen PSM menerima denda sebesar Rp300 juta dari Komdis PSSI akibat ulah oknum suporter yang menyalakan flare saat tim ‘Juku Eja’ menghadapi PSMS Medan di pertandingan terakhir kompetisi Liga 1 pada 9 Desember lalu.
“Sangat disayangkan di saat seperti ini kita harus membayar denda yang sangat besar dalam satu laga,” kata Sekretaris Klub PSM Makassar, Andi Widya Syadzwina. (Rul/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved