Bukan sekadar Berebut Tiga Poin

Nurul Fadillah
16/12/2018 09:10
Bukan sekadar Berebut Tiga Poin
(DOK.MI)

LAGA Liverpool kontra Manchester United di Stadion Anfield dalam lanjutan Liga Primer Inggirs malam ini bukan hanya sekadar memperebutkan tiga poin. Laga dua tim yang disebut mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, sebagai English Clasico itu memiliki makna lebih penting.

Kemenangan dengan skor berapa pun, akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kedua tim. Terlebih untuk Liverpool dan sang pelatih Juergen Klopp.

Liverpool terakhir kali mampu menundukkan Manchester United di Anfield di kancah Liga Primer Inggris pada 2013. Saat itu, 'si Merah' yang ditangani Brendan Rodgers menang tipis dengan skor 1-0.

Sementara itu, bagi Klopp, kemenangan dalam laga kali ini juga akan menjadi jawaban atas sindiran pelatih Manchester United, Jose Mourinho. Sebelumnya, Mourinho menyebut meraih trofi juara sangatlah penting bagi pelatih. Pernyataan itu ditujukan kepada Klopp yang sejak menangani Liverpool pada 2015 belum juga mampu meraih gelar juara.

"Kami harus marah pada laga kali ini nanti dan kami akan melakukannya. Kami akan berjuang untuk poin-poin itu. Inilah saatnya! Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat intens dan kami akan bersiap untuk itu," ujar Klopp.

Namun, statistik menunjukkan 'Setan Merah' masih unggul atas Liverpool. Di 10 pertemuan terakhir sejak Maret 2015, United unggul dengan empat kemenangan dan empat imbang, sedangkan dua laga lain menjadi milik 'si Merah'.

Namun, melihat konsistensi the Reds musim ini, misi meraih kemenangan tampaknya tak akan sulit. Virgil van Dijk dan kolega menguasai takhta sementara EPL dengan mengoleksi 42 poin dan belum terkalahkan sejak awal musim (13 menang, 3 seri). Sebaliknya, dalam lima laga terakhir, United hanya meraih satu kemenangan, tiga imbang, sekali kalah.

Krisis pemain

Jelang duel penuh gengsi kali ini, 'si Merah' mengalami krisis lini belakang. Jawara lima kali Liga Champions tersebut hanya bisa memainkan dua bek tengah senior, yaitu Virgil van Dijk dan Dejan Lovren, setelah Trent Alexander-Arnold, Joe Gomez, dan Joel Matip dipastikan absen akibat cedera.

Meski demikian, Klopp tampaknya tak khawatir walau tanpa trio lini belakang mereka. "Ini ialah situasi kami, ini akan menjadi sebuah krisis bila Anda menganggapnya demikian. Kondisi Trent tidak seserius dua pemain lain, tetapi pastinya ini bukanlah berita papan atas, itu sudah jelas," cetusnya.

Hal serupa juga dialami Manchester United. Mourinho mungkin kehilangan sembilan pemain kunci yang masih bergulat dengan cedera, seperti Alexis Sanchez, Victor Lindelof, dan Matteo.

Kondisi itu membuat Mourinho harus berpikir keras menurunkan formasi terbaik di saat mengalami krisis pemain. Kesalahan menurunkan formasi pemain bisa menjadi petaka bagi mantan pelatih Real Madrid tersebut.

"Saya akan mencoba. Saya selalu mencoba dan saya ingin memainkan tim yang bisa bersama-sama dengan saya dengan keinginan yang sama, ambisi yang sama, dan rasa percaya diri yang sama," ungkap pelatih asal Portugal tersebut.

"Kami tahu bahwa kami akan bertanding dengan pemimpin klasemen, melawan tim papan atas, tetapi kami memiliki kualitas, kami mempunyai potensi, bahkan dengan banyak masalah yang kami punya," imbuhnya. (Theindependent/BBC/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya