Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GELANDANG Arsenal Ainsley Maitland-Niles mengaku dia mengalami serangan rasisme sama dengan yang dialami bintang Manchester City Raheem Sterling.
Sterling menjadi korban cemoohan rasisme dari para pendukung Chelsea saat Manchester City menyerah 2-0 di Stamford Bridge, Sabtu (8/12).
Insiden itu memicu kembali perdebatan mengenai bagaimana mengatasi rasisme dalam sepak bola setelah cabang olahraga itu berjuang selama puluhan tahun menangani masalah itu.
Kini, Maitland-Niles mengungkapkan pengalamannya menghadapi rasisme.
Ketika ditanya apakah dia pernah menjadi sasaran aksi rasisme, pemain berusia 21 tahun itu menjawabt, "Iya, pernah. Bukan di tingkat profesional namun di tingkat junior."
Baca juga: Berlaku Rasis, Pendukung Chelsea Kehilangan Pekerjaan
"Saya rasa itu menjijikan. Karenanya, saya memuji Raheem karena berani menghadapi masalah ini bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga pemain lain," imbuhnya.
Sepekan sebelum insiden Sterling, striker Arsenal Pierre-Emerick Aybameyang dilempari kulit pisang saat melakukan selebrasi di hadapan pendukung Tottenham Hotspur.
Maitland-Niles mengatakan pengalamannya menghadapi rasisme terjadi saat dia bermain bersama tim junior Arsenal.
"Yang terjadi mirip seperti apa yang dialami Raheem. Saya sedang mengambil bola untuk lemparan ke dalam dan ada yang meneriakan ejekan rasisme ke arah saya."
"Apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya melanjutkan permainan. Apa yang terjadi sangat menyakitkan. Karenanya, penting bagi semua orang untuk mengatasi masalah ini. Baik pemain, staf, dan media," tegasnya. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved