PSSI Darurat Kepercayaan

(Rul/DW/MG/R-2)
06/12/2018 07:15
PSSI Darurat Kepercayaan
(Antara)

KASUS pengaturan skor yang melibatkan mantan anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Hidayat, dinilai telah mencoreng persepakbolaan nasional yang baru menggeliat. Untuk itu, federasi sepak bola Indonesia didesak untuk segera menuntaskan masalah tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Manajer Madura FC, Januar Herwanto. Menurutnya, para penggemar sepak bola di Tanah Air menuntut langkah tegas PSSI selanjutnya.

Pasalnya, masih banyak  mafia lain yang bersembunyi, tetapi leluasa mempermainkan kompetisi sepak bola di negeri ini. Ia juga berharap PSSI tidak berhenti hanya dengan memberikan sanksi bagi Hidayat. Ia menginginkan kasus ini diusut secara tuntas agar tak ada lagi benalu dalam tubuh organisasi.

“Kalau menurut saya, Hidayat itu sudah game over karena biar bagaimanapun sanksi sosial itu kan sangat berat dan lama sembuhnya. Tapi, yang perlu dicermati sebenarnya, setelah terungkap Pak Hidayat, mengapa PSSI tidak mengusut siapa aktor lain yang berada di belakangnya? Saat diwawancara di salah satu acara televisi lalu, ia menyebutkan ada oknum di PSS Sleman yang memintanya. Nah, itu siapa harus diusut lagi,” ujar Januar kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (512)

Januar ikut membongkar salah satu kasus aib yang mencoreng persepakbolaan Indonesia itu. Ia melaporkan Hidayat ke Komisi Disiplin PSSI, setelah diminta mengalah pada laga kontra PSS Sleman pada penyisihan Wilayah Timur Liga 2 pada Mei silam.

Januar yang menolak diatur lantas melaporkannya ke Komdis. Sayangnya, ketika itu tidak ada respons dari PSSI sampai kasus menyeruak ke publik. Pada pekan lalu, Komdis memberikan sanksi kepada Hidayat yang akhirnya memutuskan mundur sebagai anggota Exco.

“Sampai saat ini, kami belum berpikir sejauh itu (membawa kasus ke ranah hukum) karena sebaiknya dari PSSI sendiri kalau memang mau membasmi ke akar-akarnya kan logikanya ada benalu di tubuh PSSI, tetapi kok bukan federasi itu yang menemukan malah justru saya yang baru di dunia sepak bola.

Itu kan berarti federasi ini antara tidak tanggap, tidak peduli, atau pura-pura tidak tanggap dan tidak peduli. Makanya, ini menjadi momentum PSSI untuk membersihkan semua benalu yang ada di tubuh mereka sebelum menggerogoti tubuh sendiri.

Klub jadi benteng
Senada, asisten manajer klub Sriwijaya FC Ahmad Haris juga mendesak PSSI untuk melakukan aksi bersih-bersih. Pihaknya bahkan sudah berkoordinasi dengan PSSI agar masalah dan isu adanya pengaturan skor segera diselesaikan dan dicari solusi­nya.

“Kami sudah berkomunikasi. Kami minta kalau bisa dibuka kebenaran isu ini sehingga bisa secepatnya diselesaikan. Kami sudah berkomunikasi. Kami minta kalau bisa dibuka kebenaran isu ini sehingga bisa diselesaikan,” ujarnya.

Manajer SFC Ucok Hidayat menambah isu pengaturan skor merupakan fenomena. Ia pun berharap semua klub bisa membentengi para pemainnya.

“Biarkan mereka (PSSI) yang mencari tahu dan mengembangkan sendiri persoalan ini. Kita bentengi pemain dengan membangun kepercayaan satu sama lain. Kita harus membangun tekad bersama untuk maju menghadapi laga akhir penentuan ini dengan semangat untuk menang,” kata dia. (Rul/DW/MG/R-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya