Adu Gengsi di Derbi Merseyside

Satria Saktri Utama
02/12/2018 03:00
Adu Gengsi di Derbi Merseyside
(FRANCK FIFE / AFP)

DERBI Merseyside di Liga Primer antara Liverpool kontra Everton akan memasuki edisi ke-100 malam ini di Stadion Anfield. Untuk kesekian kalinya, Liverpool akan menjadi tim unggulan. ‘Si Merah’ tercatat tak terkalahkan dalam 15 duel terakhir melawan Everton. Kekalahan terakhir yang didapatkan Liverpool dari The Toffees, julukan Liverpool, terjadi Oktober 2010 silam.

Performa Liverpool musim ini juga mengintepretasikan mereka lebih baik. ‘Si Merah’ saat ini duduk di peringkat dua klasemen dengan 33 poin dan berstatus belum terkalahkan, sedangkan Everton berkutat di papan tengah dengan 22 poin.

Kendati demikian, pelatih Liverpool Jurgen Klopp menepis pertarungan ini akan berjalan mudah karena derbi selalu menyisakan cerita sulit. Terlebih, Everton juga sedang on fire karena tak terkalahkan dalam empat laga terakhir.

“Banyak memberikan analisis tentang Everton dan menyebut laga ini akan mudah, tapi akan ada perlawanan yang sepantasnya karena ini laga derbi. Itu lah derbi seharusnya berjalan,” ungkap Klopp.

Di lain pihak, bos Everton Marco Silva tak bergeming dengan kekuat­an Liverpool. Silva mengaku Everton akan memberikan permainan terbaik untuk meraih kemenangan.

“Kami tidak akan mengubah ambisi atau gaya permainan kami. Penting bagi kami untuk menikmati setiap momen dan menjadi kuat. Kami ingin memenangi pertandingan dan tidak ada yang lain,” tukas Silva.

Everton sedikit diuntungkan dengan jadwal kejuaraan Eropa yang menyebabkan Liverpool harus menyambangi Paris tengah pekan lalu. Hal ini sedikit banyak memengaruhi dan stamina pemain Liverpool.

Membalas luka lama
Di laga lain, derbi juga akan terjadi saat dua tim asal London utara, Arsenal dan Tottenham Hotspur, akan berhadapan. Bagi pelatih Arsenal, Unai Emery, laga yang akan berlangsung Emirates Stadium bukan sekadar pertarungan dua tim sekota.

Pelatih asal Spanyol itu ingin membalas luka lama yang pernah diberikan bos Hotspur, Mauricio Pochettino, April 2012 silam. Saat itu, Emery yang menukangi Valencia menelan pil pahit saat memimpin timnya menghadapi Espanyol yang ditangani Pochettino di pentas La Liga. Emery menanggung malu setelah tim besutannya kalah  0-4.

Keinginan Emery untuk membalas dendam kepada Pochettino berbanding terbalik dengan rekor Arsenal di beberapa edisi terakhir derbi London utara. Dalam delapan pertemuan terakhir dengan Hotspur di pentas Liga Primer, Arsenal hanya sekali menang dan empat kali imbang. Tiga sisa laga lainnya jadi milik Hotspur.

Meski demikian, Emery tetap percaya diri menatap derbi London utara pertamanya ini. Penampilan konsisten Arsenal selama ditangani­nya dengan belum pernah kalah di 18 laga terakhir menjadi alasan.

“Derbi ini mungkin terasa lebih spesial karena tanggung jawab saya lebih besar. Ini pengalaman dan momen yang besar bagi saya. Saya pikir kami semakin dekat dengan posisi yang diinginkan dan laga ini menjadi kesempatan baik untuk melanjutkannya,” kata Emery.

Kubu The Lilywhites, julukan Hotspurm Pochettino, berhasrat menyempurnakan laju timnya yang telah sukses melewati beberapa ganjalan berat sebelumnya. Kemenangan atas Chelsea dan Inter Milan menjadi modal besar untuk meraih poin maksimal di kandang Arsenal.

“Ini akan menjadi akhir pekan yang fantastis dan sangat baik bagi kami jika kami dapat mengalahkan Arsenal. Sebelumnya kami telah mengalahkan Chelsea dan Inter Milan. Mungkin ini periode terbaik jika itu terjadi,” kata pelatih asal Argentina itu. (BBC/Skysports/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya