Publik Tunggu Komitmen PSSI

(Sat/R-1
01/12/2018 23:30
Publik Tunggu Komitmen PSSI
(Antara)

PENGUNGKAPKAN dugaan kasus jual-beli pertandingan di Liga 2 Indonesia berada sepenuhnya di tangan PSSI. Lembaga sepak bola tertinggi di Tanah Air itulah yang kini ‘memegang bola’ untuk menyelesaikan kasus tersebut.   

“Penyelesaiannya tergantung PSSI. Kepolisian, kalau mau bergerak tapi tidak ada data awal dulu dari PSSI, juga sulit. Tinggal PSSI mau atau tidak. Ini penyakit kronis,” jelas pengamat sepak bola nasional Ferril Hattu, Sabtu (1/12).

Ferril bahkan memberikan saran kepada pemerintah agar membekukan PSSI jika tidak memiliki niat merampungkan kasus ini. “Kalau PSSI tidak berkomitmen, ya di-ban lagi saja,” ungkap Ferril.

Dugaan kasus suap kali ini melibatkan PSMP Mojokerto dan nama anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat serta pemilik PSMP Mojokerto Vigit Waluyo. PSMP diduga menjual pertandingan semifinal Liga 2 saat tidak mau bermain imbang dengan Aceh United.
Adapun Hidayat diduga telah membujuk Madura FC untuk mengalah saat menghadapi PSS Sleman dalam laga penyisihan Wilayah Timur Liga 2.

Sebelumnya, dukungan kepada PSSI untuk mengungkap kasus tersebut sudah dilontarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan, Kemenpora mendorong untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Saat dihubungi kemarin, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Seskemenpora) Gatot S Dewa Broto mengaku belum ada pembicaraan dengan PSSI terkait pelaporan ke kepolisian. Namun, Gatot sudah mengapresiasi respons positif PSSI tersebut. Gatot menargetkan pekan depan Kemenpora dan PSSI akan mendatangi kepolisian. “Kami tidak bisa jalan sendiri. Kalau jalan sendiri, bisa disemprit sama FIFA,” kata Gatot.

Kendati demikian, kedatangan Kemenpora dan PSSI ke pihak kepolisian yang rencananya dilakukan pekan depan tidak lantas langsung membuat laporan untuk pelaku dugaan pengaturan skor. Gatot menyebut akan lebih dahulu berkonsultasi dengan kepolisian sekaligus menyamakan persepsi dengan PSSI untuk menyelesaikan kasus ini. (Sat/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya