Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka pintu untuk memberikan pendampingan kepada PSSI agar membawa dugaan pengaturan skor di kompetisi Liga 2 2018 ke pihak berwajib. Rencana awal pelaporan ke kepolisian datang pertama kali dari Kemenpora yang mendapatkan respon positif oleh PSSI.
Pada Jumat (30/11), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria mengaku akan membicarakan rencana itu dengan Kemenpora terlebih dahulu.
Saat dikonfirmasi sehari setelahnya, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengaku belum ada pembicaraan dengan PSSI terkait pelaporan ke kepolisian. Namun, Gatot sudah mengapresiasi respon positif PSSI tersebut. Gatot sendiri menargetkan pekan depan Kemenpora dan PSSI akan mendatangi Kepolisian.
"Saya pikir itu respon yang baik ya, karena kami tidak bisa jalan sendiri. Kalau jalan sendiri bisa di-semprit sama FIFA," kata Gatot saat dihubungi, Sabtu (1/12).
Kendati demikian, kedatangan Kemenpora dan PSSI ke pihak kepolisian yang rencananya dilakukan pekan depan tidak lantas langsung membuat laporan untuk pelaku dugaan pengaturan skor. Gatot menyebut akan lebih dahulu berkonsultasi dengan kepolisian sekaligus menyamakan persepsi dengan PSSI untuk menyelesaikan kasus ini.
Eks pejabat teras Keminfo ini ingin terus mendorong PSSI melakukan langkah kongkret penyelesaian kasus pengaturan skor saat ini. Hal ini karena momentumnya tepat karena sejumlah nama pelaku yang diduga pengatur skor di Liga 2 2018 telah keluar ke publik. Sebelumnya nama anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat dan pemilik PSMP Mojokerto Vigit Waluyo.
"Kami hanya men-drive saja. Tapi selama ini usaha PSSI mengatasi masalah yang sama mental terus padahal undang-undangnya ada," imbuhnya.
Sementara itu, pengamat sepak bola nasional Ferril Hattu menilai penyelesaian kasus pengaturan skor tergantung kemauan PSSI menyelesaikannya. Bahkan Ferril memberikan saran kepada pemerintah agar membekukan kembali PSSI jika tidak memiliki niatan merampunggkan kasus ini.
"Saya pikir penyelesaiannya tergantung PSSI. Kepolisian kalau mau bergerak tapi tidak ada data awal dulu dari PSSI juga sulit. Tinggal PSSI mau atau tidak. Ini penyakit kronis. Kalau PSSI tidak berkomitmen ya di-banned lagi saja," ungkapnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved