Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Arsenal Unai Emery akan mencicipi laga derbi London Utara pertamanya musim ini kala menjamu Tottenham Hotspus di Emirates Stadium pada Minggu (2/12) malam.
Namun, laga ini tidak hanya sekedar pertarungan tim sekota bagi Emery. Pelatih asal Spanyol ini ingin membalas luka lama yang pernah diberikan bos Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.
Pertarungan pertama antara Emery dan Pochettino terjadi RCDE Stadium pada April 2012 silam. Saat itu Emery masih menukangi Valencia dan Pochettino menahkodai klub La Liga Spanyol lainnya, Espanyol.
Dalam laga tersebut, Pochettino keluar sebagai pemenangnya. Tidak tanggung-tanggung, kemenangan telak 4-0 diraih 'Periquitos'--julukan Espanyol-- sekaligus membuat Emery menanggung malu.
Beban berat akan berada di pundak Emery karena ini laga pertamanya di derbi London Utara. Terlebih pendahulunya meninggalkan rekor buruk. 'The Gunners'--julukan Arsenal-- tercatat hanya mampu meraih satu kemenangan dalam delapan pertemuan kedua tim di pentas Liga Primer Inggris, sedangkan, tim lawan memenangi tiga laga diantaranya.
Baca juga: Barcelona Terbangkan Umtiti ke Doha untuk Atasi Cedera Lutut
Meskipun demikian, Emery tetap percaya diri menatap laga ini. Alasannya karena Arsenal tampil cukup konsisten selama di bawah pengawasannya. Arsenal tercatat tidak pernah kalah dalam 18 laga terakhirnya.
"Derbi ini mungkin terasa lebih spesial karena tanggung jawab saya lebih besar. Ini pengalaman dan momen yang besar bagi saya. Saya pikir kami semakin dekat dengan posisi yang diinginkan dan laga ini menjadi kesempatan baik untuk melanjutkannya," kata Emery.
Dari kubu 'The Lilywhites'--julukan Tottenhan, sang manajer Mauricio Pochettino berhasrat menyempurnakan laju timnya yang telah sukses melewati beberapa ganjalan berat sebelumnya.
Seperti diketahui, Tottenham telah melewati dua laga intensitas tinggi pekan ini saat melawan Chelsea dan Inter Milan. Hasilnya sangat positif karena dua laga tersebut diakhiri dengan kemenangan.
"Ini akan menjadi akhir pekan yang fantastis dan sangat baik bagi kami jika kami dapat mengalahkan Arsenal. Sebelumnya kami telah mengalahkan Chelsea dan Inter Milan. Mungkin ini periode terbaik jika itu terjadi," kata arsitek Argentina ini.
Nama penyerang utama masing-masing tim diprediksi akan menjadi penentu hasil pertandingan. Bomber Tottenham Harry Kane telah mencetak tujuh gol dari tujuh pertandingan melawan Arsenal, kegagalan satu-satunya menyarangkan bola terjadi pada musim lalu di Emirates.
Di lain pihak, penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang telah mencetak delapan gol dari delapan tendangan tepat sasaran di Liga Primer Inggris. Kiper terakhir yang menepis sepakan pesepak bola asal Gabon ini ialah penjaga gawang West Ham United Lukasz Fabianski pada Agustus lalu. (BBC/Skysports/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved