Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SRIWIJAYA FC bisa bernapas lega setelah keluar dari zona degradasi Liga 1. Saat menghadapi Mitra Kukar di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, kemarin, ‘Laskar Wong Kito’ menang 3-1.
Gol Esteban Vicarra di menit ke-21, Alberto ‘Beto’ Goncalves (48’), dan Manuchekhr Jalilov (78’) yang dibalas Mitra Kukar melalui Mauricio Leal (41’) membawa Sriwijaya naik ke posisi 15 klasemen dengan 39 poin dari 33 laga.
“Kita mulai dengan satu gol dan mereka cetak gol juga. Kita sempat panik, posisi kita sulit. Bersyukur di babak kedua kami tampil luar biasa,” terang Beto.
Walau kini berada di posisi aman, Sriwijaya belum bisa sepenuhnya tenang karena tiga tim yang kini menghuni zona degradasi, yaitu Perseru Serui, PS Tira, dan PSMS Medan, unggul sisa pertandingan. Perseru yang berada di posisi 16 dengan 36 poin baru memainkan 31 laga. PS Tira di posisi 17 dengan 36 poin unggul satu laga dan PSMS yang menempati juru kunci dengan 34 poin baru memainkan laga ke-31.
Di sisi lain, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria memberi respons positif keinginan berbagai pihak untuk melaporkan dugaan jual-beli pertandingan di Liga 2 2018 ke kepolisian. Ratu menegaskan saat ini PSSI sudah melakukan langkah untuk membongkar kasus tersebut.
“Prosesnya tengah dijalankan. Siapa pun yang bersalah nantinya akan dihukum secara sesuai aturan,” katanya.
Jual-beli pertandingan diduga terjadi di dua laga. Pertama saat PSMP Mojokerto yang dinilai tidak mau menang saat melawan Aceh United di babak 8 besar untuk meloloskan Kalteng Putra ke semifinal.
Di kasus kedua, anggota Exco PSSI Hidayat dituding menjembatani upaya pengaturan skor saat Madura FC melawan PSS Sleman di penyisihan Wilayah Timur, Mei lalu. Tindakan Hidayat itu diungkap Manajer Madura FC Januar Herwanto. (DW/Sat/R-1
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved