Semen Padang dan PSS Sleman Naik Kasta

(YH/Sat/R-1)
29/11/2018 03:20
 Semen Padang dan PSS Sleman Naik Kasta
(ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

DUA dari tiga jatah promosi ke kompetisi Liga 1 2019 telah direbut Semen Padang dan PSS Sleman yang memastikan diri lolos ke final Liga 2. Kedua klub tersebut naik kasta setelah meraih kemenangan di kandang dalam leg kedua babak semifinal,  Rabu (28/11).

Di Stadion Haji Agus Salim,  kemenangan 3-1 diraih Semen Padang saat menjamu Persita Tangerang. Kabau Sirah, julukan Semen Padang, menang agregat 3-2 setelah di leg 1 kalah 0-1.

Tiga gol Semen Padang dicetak Riski Novriansyah menit ke-32, Apriansyah (36’), dan Irsyad Maulana (60’, penalti). Satu gol Persita diciptakan Ryan Kurnia menit ke-30. “Saya mengucap syukur, ada kesempatan baik dan kami bisa manfaatkannya. Kami mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan untuk ingin ke Liga 1 kembali,” kata pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli seusai laga.

PSS melangkah ke final setelah menang agregat 2-0 atas Kalteng Putra. Setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama, PSS menang 2-0 di kandang, Stadion Maguwoharjo, DIY, melalui dwigol Christian Gonzales  (10’ dan 55’). Di sisi lain, Persita atau Kalteng Putra masih memiliki kesempatan merebut satu tiket tersisa ke Liga 1 jika mampu memenangi laga perebutan tempat ketiga Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan ini. Tim pemenang akan mendampingi Semen Padang dan PSS sebagai pendatang baru di Liga 1 tahun depan.

Sementara itu, dugaan adanya upaya suap di Liga 2 kembali terungkap. Setelah PSMP Mojokerto diduga sengaja mengalah dari Aceh United untuk meloloskan Kalteng Putra ke semifinal, kali ini upaya pengaturan skor diduga terjadi saat Madura FC harus menghadapi PSS di penyisihan Wilayah Timur, awal Mei lalu.

Manajer 2 Madura FC, Januar Herwanto, menyebut seorang anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI meminta pihaknya mengalah dari PSS. Namun, permintaan itu ditolak dan Madura FC meraih kemenangan 2-1 dalam laga di Stadion Maguwoharjo, tersebut. Januar disebut telah menyampaikan bukti-bukti berupa rekaman telepon ke PSSI.

Sekretaris Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur Amir Burhannudin menilai kasus ini seharusnya menjadi fokus uta­ma evaluasi PSSI. “Kasus-kasus seperti itu jangan sampai tenggelam. PSSI jangan tidak setengah-setengah menjatuhkan sanksi kepada mereka yang terlibat dalam upaya pengaturan skor,” tegas Amir. (YH/Sat/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya