PSSI Diminta Lebih Fokus pada Kompetisi Usia Dini

(Goal/Rul/R-2)
28/11/2018 03:30
PSSI Diminta Lebih Fokus pada Kompetisi Usia Dini
(Antara)

PEKERJAAN rumah yang belum dikerjakan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ialah memperhatikan kompetisi usia muda. Padahal, dari kompetisi itulah diharapkan munculnya bibit-bibit muda yang akan mengisi skuat tim nasional di masa depan.
Hal tersebut diungkapkan pelatih timnas Indonesia Bima Sakti. Menurut Bima, PSSI belum memberi perhatian serius pada kompetisi usia muda.  

Bima pun mencotohkan pengalamannya ketika bermain di Swedia bersama Hel­singborg pada 1996. Setiap akhir pekan, tim Helsingborg A hingga D selalu bermain di level kompetisi usia yang berbeda-beda.

Dari kompetisi muda tersebut, Swedia jadi tidak kesulit­an mencari pemain untuk dipanggil memperkuat timnas. Hal itu yang mesti dicontoh Indonesia agar dapat meraih prestasi.

“Yang paling penting jangan instan. Kompetisi usia dini harus dijalankan. Karena dari kompetisi itu, terbentuk pemain-pemain yang bagus,” kata Bima.

“Jadi siapa pun nanti ketua umumnya (PSSI), mau berapa tahun lagi, kompetisi kelompok umur harus jalan,” lanjut mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut.

Selain itu, Bima juga meminta agar PSSI menyusun program yang jelas untuk timnas Indonesia. Langkah itu agar skuat ‘Garuda’ dapat mengakhiri paceklik gelar di kancah internasional.

“Ke depan kita sudah tahu jadwal AFF dua tahun lagi. Persiapkan dari sekarang. Programnya jelas. Masalah uji coba mungkin bisa dikomunikasikan dengan pelatih, apa keinginan pelatih, siapa lawannya, disesuaikan formatnya,” ucapnya.

Senada, mantan pemain timnas Charis Yulianto juga menyarankan agar PSSI ja­ngan berpikir instan dalam menyiapkan timnas. Hal itu agar timnas tidak menjadi bulan-bulanan lawan.

“Saya pikir kompetisi itu harus dihentikan sementara ketika ada agenda timnas. Itu mungkin salah satu solusi menyikapi timnas agar persiapannya lebih baik ke depannya. Kegagalan di Piala AFF lalu menjadi pelajaran,” ujar Charis. (Goal/Rul/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya