Saling Sikut demi Tiket

Nurul Fadillah
28/11/2018 01:00
Saling Sikut demi Tiket
( FRANCK FIFE / AFP)

KEMENANGAN menjadi harga mati bagi Paris Saint-Germain saat menghadapi Liverpool dalam lanjutan babak penyisihan Grup C Liga Champions di Stadion Parc des Princes. Hal itu untuk menjaga peluang mereka melaju ke fase gugur.
Berbeda dengan grup-grup lain, persaingan di Grup C memang terbilang sengit. Hal itu disebabkan selisih poin di antara mereka tipis. Alhasil, belum ada satu pun tim yang menyegel tiket ke babak 16 besar.

Untuk sementara ini, Napoli ada di urutan teratas dengan enam poin, sama dengan koleksi Liverpool yang ada di urutan kedua. Adapun PSG ada di urutan ketiga dengan poin lima, surplus satu angka atas Crvena Zvezda yang di urutan buncit.

Itu sebabnya, Les Parisiens tak punya pilihan selain mengalahkan 'si Merah' dalam laga nanti demi membuka jalan lolos ke fase gugur. Jika mereka kalah dan Napoli pada saat yang hampir bersamaan mengalahkan  Crvena Zvezda, pupus sudah peluang mereka lolos ke babak 16 besar.

Situasi itu disadari betul oleh arsitek PSG Thomas Tuchel. Karena itu, dia meminta para pemainnya untuk benar-benar fokus dalam laga nanti. Hal itu sekaligus untuk tidak mengulang kesalahan seperti di laga pertama. Pada leg 1 yang berlangsung di Anfield, PSG menyerah 2-3.

"Kami membutuhkan kepercayaan diri dalam kemampuan kami. Kami juga harus fokus pada tujuan kami. Persiapan sudah dimulai sejak pekan lalu, ketika kami bertemu dalam latihan setelah jeda internasional," tegas Tuchel.

"Kami menyadari bahwa pertemuan melawan Liverpool ialah krusial bagi kami. Kami harus menemukan keseimbangan yang tepat antara agresivitas untuk menang dan menjaga kami tetap tenang," imbuhnya.

Dengan berbekal performa apik mereka di kompetisi domestik dan dukungan suporter mereka, arsitek asal Jerman itu memang layak optimistis. Apalagi, dua pemain bintangnya Neymar dan Kylian Mbappe sudah bisa diturunkan setelah sempat didera cedera.
"Saya lebih optimistis tentang Neymar dan Kylian, mereka sudah berlatih sejak Senin lalu. Saya telah berbicara dengan dokter tim dan para pemain, saya pikir mereka bisa bermain."

Ujian mental
Para punggawa Liverpool juga menyadari betul bahwa mereka akan menghadapi kemarahan PSG yang mereka pecundangi di leg pertama. Karena itu, mereka benar-benar membutuhkan kekuatan mental.

Apalagi, mereka mereka juga membutuhkan kemenangan demi memuluskan langkah ke fase gugur. Kekalahan dari raksasa Prancis tentu akan menempatkan mereka di posisi sulit. Pasalnya, di laga selanjutnya, mereka akan bertemu Napoli pada 12 Desember mendatang.

"Tentu saja kami menghormati mereka sebagai sebuah tim. Namun, kami tidak boleh merasa takut, jika ingin memenangi pertandingan itu. Saya pikir kami sudah benar-benar siap untuk ini, kami sudah termotivasi dan sudah siap sejak awal," tegas bek Liverpool Virgil van Dijk.

"Kami tidak lupa bahwa kami ialah salah satu tim terbaik di Eropa. Kami menembus final tahun lalu dan setidaknya ingin melakukannya lagi tahun ini, itu target kami sehingga kami akan berusaha untuk mengalahkan mereka," lanjut palang pintu tim nasional Belanda tersebut.

Dalam laga nanti, arsitek Juergen Klopp amat mungkin menurunkan semua pemain terbaiknya, termasuk Sadio Mane yang sempat disebut-sebut cedera. Persoalan Klopp lebih bagaimana cara dia mencari taktik untuk meredam serangan para pemain PSG. (AFP/Goal/BBC/R-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya