Piala Dunia Qatar 2022 dalam Ketidakpastikan

(Goal/R-2)
22/11/2018 23:15
Piala Dunia Qatar 2022 dalam Ketidakpastikan
(Mohd RASFAN / AFP)

KONTROVERSI masih mengi­ringi persiapan Qatar dalam menggelar Piala Dunia 2022. Padahal, hitung mundur kick-off kompetisi terakbar sejagat itu sudah dimulai pada Rabu (21/11).

Sejumlah pihak tetap tidak yakin Qatar bisa menyelenggarakan turnamen sekelas Piala Dunia. Alasannya selain karena tak punya tradisi sepak bola, mereka punya catatan hak asasi manusia yang buruk. Ditambah lagi faktor cuaca panas di negara tersebut  yang membuat jadwal turnamen digeser pada 21 November-18 Desember 2022.

Meski begitu, Presiden FIFA Gianni Infantino berusaha menepis semua keraguan itu. Dia bahkan meyakini Piala Dunia pertama di Timur Tengah itu akan menjadi edisi Piala Dunia terbaik dan paling dikenang sepanjang masa.

“Semua syarat sudah ada untuk menjadikan Piala Dunia 2022 sebagai ajang yang tidak terlupakan. Ini akan menjadi Piala Dunia yang ringkas karena tiap stadion hanya berjarak 1 jam perjalanan,” kata Infantino.

“Qatar siap menyambut dunia. Cuaca di sana akan bagus pada November-Desember, yakni berkisar 15-25 derajat celsius. Cuaca itu kondisi ideal untuk pertandingan sepak bola,” ia menambahkan.

Piala Dunia Qatar bakal menjadi Piala Dunia terakhir yang berformat 32 tim. Empat tahun sesudahnya, FIFA mengagendakan Piala Dunia berformat 48 tim yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

“Saya yakin mereka yang datang ke Qatar akan dibuat takjub. Mereka akan merayakan sebuah ajang terbaik yang pernah ada. Inilah satu-satunya pesan saya kepada pencinta sepak bola: datanglah ke Qatar pada 2022 untuk menikmati Piala Dunia terbaik sepanjang masa,” ujar Infantino lagi.

Ketidakyakinan sebagian orang pada Qatar untuk menggelar Piala Dunia 2022 juga didasari pada pemutusan diplomatik sejumlah negara Arab sejak Juni lalu. Media asal Inggris, BBC Sport, bahkan dalam sebuah artikel mereka menyarankan Piala Dunia 2022  dipindah ke negara lain.

“Para diplomat dari negara-negara Barat sendiri bahkan tidak yakin turnamen itu akan bisa diselenggarakan sesuai dengan rencana.” (Goal/R-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya