Isu Pengaturan Skor Menyeruak

Satria Sakti Utama
21/11/2018 00:00
Isu Pengaturan Skor Menyeruak
( ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

KOMPETISI sepak bola nasional jadi sorotan setelah isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan. Diawali adanya dugaan ‘main mata’ saat Persib Bandung melawan PSMS Medan dalam lanjutan Liga 1, Jumat (9/11) lalu, kabar negatif yang sama datang dari babak delapan besar kompetisi Liga 2 2018.

Pertandingan terakhir Grup A antara Aceh United dan PSMP Mojokerto di Bireuen, Senin (19/11) sore, dinilai berbau pengaturan skor setelah tim tamu seperti menolak untuk lolos ke semifinal. Saat tertinggal 2-3, PSMP memiliki kans untuk menahan imbang Aceh United setelah mendapat hadi­ah tentangan penalti di menit ke-87. Jika laga melawan Aceh United berakhir imbang, PSMP berhak lolos ke semifinal dan menggeser Kalteng Putra dari posisi dua besar Grup A.

Akan tetapi, keanehan terjadi ketika pemain PSMP Krisna Adi seperti sengaja membuang kesempatan tersebut dengan mengarahkan bola tendangan penaltinya menjauhi gawang. Anehnya lagi, pemain bernomor punggung sembilan itu melakukan sujud syukur setelah gagal mengeksekusi kesempatan emas tersebut.

PSMP akhirnya menelan kekalahan 2-3 dan gagal ke semifinal. Jika bermain imbang, PSMP akan lolos sebagai runner-up karena memiliki poin sama dengan Kalteng Putra, tetapi unggul selisih gol. Kekalahan PSMP membuat Kalteng Putra yang akhirnya mendampingi Semen Padang lolos ke babak empat besar.

Fakta itu tentu menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Pengamat sepak bola dan mantan pemain timnas Indonesia Ponaryo Astaman mendorong PSSI untuk bersikap tegas atas kejadian itu. Terlebih rekaman video telah menyebar dan menjadi konsumsi publik.
“Dengan bukti nyata di lapangan, semua yang terjadi dan orang bisa melihat itu. Ya, tergantung integritas dari federasi bagaimana mengclearkan ini dari persepakbolaan Indonesia,” kata Ponaryo, kemarin.

Mantan pemain timnas yang juga menjabat Manajer Umum Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) itu berharap Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyelidiki isu pengaturan skor tersebut. APPI, menurutnya, akan mendukung segala penegakan hukum walaupun itu menimpa anggotanya.

“Kalau itu regulasi yang berhak menghukum itu federasi melalui Komdis, semua sudah ada aturannya. Kita mendukung PSSI untuk memberikan sanksi terberat kepada pemain,” imbuhnya.

Tentang dugaan pengaturan skor yang menyeret Persib, Ponaryo enggan berkomentar banyak. “Kalau masalah di internal (klub) saya tidak bisa berkomentar. Tapi kalau ada pemain yang nantinya gara-gara momen ini kemudian berkasus, kami siap memberikan pendampingan hukum,” tutupnya.

Pangkas jarak
Dalam lanjutan Liga 1, Persija Jakarta memperbesar asa merebut juara di akhir musim setelah meraih poin penuh di pekan ke-31. Saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin, Persija menang tiga gol tanpa balas. Tiga gol ‘Macan Kemayoran’ ke gawang Persela dicetak Muhammad Rezaldi Hehanusa (42’), Ramdani Lestaluhu (52’), dan Marko Simic (72’).

Kemenangan tersebut membuat ‘Macan Kemayoran’ mampu memangkas jarak dengan PSM Makassar yang masih memimpin klasemen. Berada di posisi kedua dengan poin 53, Persija kini hanya terpaut satu poin dari PSM. (YH/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya