Pengaturan Skor Kembali Menyeruak, Publik Tunggu Integritas PSSI

Satria Sakti Utama
20/11/2018 18:28
Pengaturan Skor Kembali Menyeruak, Publik Tunggu Integritas PSSI
(ANTARA)

KOMPETISI sepak bola nasional kembali menjadi bahan sorotan publik setelah isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan. Di awali tuduhan 'main mata' pelatih Persib Bandung Mario Gomez kepada beberapa pemainnya, kini kabar negatif yang sama datang dari babak delapan besar kompetisi Liga 2 2018.

Pertandingan terakhir Grup A antara Aceh United dan PSMP Mojokerto yang digelar di Bireuen pada Senin (19/11) sore dinilai berbau pengaturan skor setelah tim tamu seperti menolak untuk lolos ke babak semifinal. PSMP memiliki kans untuk menahan imbang 3-3 Aceh United pada menit ke-87 seusai mendapatkan hadiah penalti. Hasil yang cukup untuk menyingkirkan Kalteng Putra dari posisi dua besar Grup A.

Akan tetapi, keanehan terjadi ketika penyerang PSMP Krisna Adi seperti sengaja membuang kesempatan tersebut dengan mengarahkan bola menjauhi gawang. Lebih anehnya lagi, pemain bernomor punggung sembilan ini melakukan sujud syukur setelah gagal mengeksekusi kesempatan emas tersebut. Walhasil, PSMP menerima kekalahan 2-3 dari Aceh United dan memberi tiket kepada Kalteng Putra ke partai semifinal.

Fakta ini tentu menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Pengamat sepak bola dan mantan pemain Timnas Indonesia Ponaryo Astaman mendorong PSSI untuk bersikap tegas atas kejadian ini. Terlebih rekaman video telah menyebar dan menjadi konsumsi publik.

"Dengan bukti nyata di lapangan, semua yang terjadi dan orang bisa melihat itu. Ya tergantung integritas dari federasi bagaimana meng-clear-kan ini dari persepakbolaan Indonesia," kata Popon--sapaan Ponaryo-- saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/11) siang.

Pria yang juga menjabat sebagai Manajer Umum Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) ini juga berharap Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyelidikis isu pengaturan skor tersebut. APPI, menurutnya, akan mendukung segala penegakan hukum walaupun itu menimpa anggotanya.

"Kalau itu regulasi yang berhak menghukum itu federasi melalui Komdis, semua sudah ada aturannya. Yang kita berikan kepada pemain ialah jika kalau yang dilanggar kode disiplin berat dan sangat mencederai fair play. Dalam kasus ini kita mendukung PSSI untuk memberikan sanksi terberat kepada pemain," imbuhnya.

Sementara terkait kasus dugaan pengaturan skor di tubuh Persib, Popon enggan terlalu banyak berkomentar. "Kalau masalah di internal saya tidak bisa berkomentar. Tapi kalau ada pemain yang nantinya gara-gara momen ini kemudian berkasus. APPI siap memberikan pendampingan hukum, itu kalau yang diperlukan," tutupnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya