Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MISI sulit harus dihadapi Spanyol dalam upaya mereka mengamankan tiket ke semifinal kejuaraan Liga Antarbangsa UEFA (Nations League). Pasalnya, mereka harus menghadapi runner-up Piala Dunia 2018 Kroasia di kandangnya sendiri di Stadion Maksimir, Zagreb, dini hari nanti.
Tidak mudah memang. Hal itu pun diakui arsitek La Furia Roja julukan Spanyol Luis Enrique.
“Itu akan menjadi pertandingan yang sangat baik untuk bersiap dan mulai menyatu. Kami masih percaya pada diri sendiri, begitu pula Kroasia. Ini akan menjadi tes yang luar bisa dalam atmosfer yang sulit,” kata Enrique.
Spanyol saat ini masih memimpin klasemen Grup 4 Liga A dengan mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul dua poin atas Inggris yang ada di posisi kedua. Sementara itu, Kroasia, meski baru meraih satu poin, mereka masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak daripada rival-rivalnya.
Dengan komposisi tersebut, La Furia Roja membutuhkan poin maksimal dalam laga nanti untuk menghindari ancaman dua rivalnya itu dalam perebutan posisi puncak klasemen Grup 4 atau syarat untuk lolos ke babak semifinal. Hasil seri atau bahkan kalah di Zagreb dapat menutup peluang mereka melaju ke fase empat besar.
Apalagi Inggris sangat berharap Spanyol tergelincir. Pasalnya, skuat the Three Lions memiliki modal keunggulan gol tandang dari Spanyol jika poin kedua tim berakhir sama.
Di lain pihak, Kroasia masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan dan lolos ke babak semifinal. Syaratnya finalis Piala Dunia 2018 itu wajib meraup kemenangan dari Spanyol dan Inggris pada Minggu (18/11). Namun, hal yang terpenting bagi Kroasia ialah terlepas dari ancaman degradasi ke Liga B.
Kendati demikian, Luka Modric dkk masih dibayangi kekalahan memalukan di Elche dua bulan lalu. Kala itu mereka dipermak Spanyol 0-6.
“Kami terus mencari untuk mendapatkan laju kami kembali. Ini bukan soal balas dendam, melainkan kami harus mendapatkan tiga poin. Performa kami sudah lebih baik. Pemain kami telah pulih dan sehat,” kata arsitek Kroasia, Zlatko Dalic.
Pengaruh Enrique
Secara khusus Dalic mengaku amat mewaspadai transformasi permainan Spanyol sejak kehadiran Luis Enrique. Eks entrenador Barcelona itu dinilai memainkan gaya yang lebih lugas ketimbang para pendahulunya. Hal itu dinilai menjadi ancaman yang sulit diatasi skuatnya.
“Sekarang mereka tidak memiliki penguasaan bola. Mereka bermain lebih cepat, lebih lugas, dan langsung menuju ke depan. Itu akan menyulitkan. Tidak ada keraguan tentang itu. Kami perlu mengambil inisiatif,” jelas Dalic.
Akan tetapi, pelatih 52 tahun itu dapat belajar banyak dari gaya permainan Inggris saat mempermalukan Spanyol di Benito Villamarin pada pertengahan Oktober lalu. Serangan balik cepat cukup efektif membuat Sergio Ramos dkk kocar-kacir.
Dalam laga nanti, Enrique tak memanggil penyerang Borussia Dortmund Paco Alcacer. Sebaliknya, ia kali ini menyertakan mantan anak asuhnya di Barcelona Jordi Alba.
“Saya tidak punya dasar dalam opini publik pada setiap keputusan saya. Di dunia ini, mengambil keputusan merupakan hal yang menyulitkan. Tidak ada yang berubah, saya tidak bermasalah dengan pemain siapa pun,” jelas Enrique. (Football espana/AS/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved