TIM nasional Belanda terus mengalami penurunan performa selepas menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2014. Kemarin, mereka belum juga mampu beranjak dari peringkat ketiga klasemen sementara Grup A kualifikasi Euro 2016 setelah hanya imbang 1-1 dengan Turki.
Der Oranje bahkan nyaris kalah lantaran tertinggal 0-1 hingga injury time.
Burak Yilmaz-lah yang membuka skor di menit 37 yang bertahan sampai menit kedua tambahan waktu paruh kedua saat Klaas-Jan Huntelaar membelokkan tendangan keras Wesley Snijder sehingga kedudukan 1-1 menjadi skor akhir.
Itu merupakan hasil imbang pertama Belanda dalam lima laga kualidikasi, meski hanya dua di antaranya yang berakhir dengan kemenangan.
Hasil itu membuat mereka masih menghuni peringkat tiga sementara dengan tujuh poin, selisih enam dengan pemuncak tabel Republik Ceko.
Pelatih Guus Hiddink pun mengaku tidak tahu lagi cara untuk mengembalikan mental bertarung anak-anak asuhnya.
Ia memilih realistis dengan tidak lagi menganggap timnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia.
“Saya bisa membuat tim ini lebih baik, hanya sekarang saya tidak tahu caranya.
Menjadi peringkat ketiga di Piala Dunia memang bagus, tapi kini kami harus realistis melihat hasil sejauh ini,†ujar Hiddink.
Hasil imbang tersebut memang masih membuka peluang Belanda untuk lolos ke Prancis tahun depan, minimal sebagai peringkat ketiga terbaik dengan agresivitas gol. Namun, penampilan tak konsisten mereka makin menyudutkan posisi Guus Hiddink di tampuk kepelatihan mengingat publik ingin segera ada perubahan, minimal sama seperti era kepelatihan Louis van Gaal.
Sneijder yang malam itu bertindak sebagai kapten menggantikan Robin van Persie yang cedera membela juru taktiknya itu. Menurutnya, skuat yang ada memang kurang menggigit, tapi sudah memperbaiki performa di babak kedua.
“Sejak awal, kami berjuang untuk menang. Kami tampil kurang menggigit di babak pertama, tapi lebih mendominasi paruh kedua dan kami berhak mendapat gol balasan itu,“ kata gelandang Galatasaray tersebut.
Bagi Turki, hasil itu membuat mereka masih tertinggal dua poin dari Belanda dan tertahan di tangga keempat.Namun, pelatih Fatih Terim tetap bangga dengan performa anak-anak asuhnya yang mampu mencuri poin dari Amsterdam Arena.
“Sangat sulit melawan Belanda, terutama di kandang mereka. Namun, kami tampil kompak dan harus terus mempertahankan penampilan seperti ini,“ tandasnya.Bungkam kritik Pada bagian lain, striker debutan tim nasional Italia Eder membuktikan penunjukannya bukan sekadar untuk menyulut kontroversi. Pemain kelahiran Brasil dengan kakek berkebangsaan Italia tersebut menjadi penyelamat poin Gli Azzurri saat menahan imbang Bulgaria 2-2 di Stadion Vasil Levski, Sofia.
Eder membuat gol penyeimbang skor 2-2 di menit 58 yang menggandakan bunuh diri Yordan Minev di awal laga. Ia seperti membungkam kritik pelatih Internazionale Milan Roberto Mancini yang menyatakan pemain yang tidak lahir di Italia seharusnya tidak boleh memakai jersey timnas.
“Pelatih (Antonio Conte) memberi kepercayaan kepada saya dan saya lega bisa membayarnya dengan gol di laga penting ini, tapi saya tetap menghargai kritik Mancini dan semua pihak.“ (AFP/AP/R-4)