Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GELANDANG Manchester United Nemanja Matic mengatakan dirinya tidak bisa mengenakan poppy untuk mengenang prajurit Inggris yang tewas dalam perang. Pasalnya, hal itu mengingatkannya pada trauma kampanye pengeboman oleh NATO di negaranya saat dia masih kecil.
Pemain Serbia berusia 30 tahun itu mengatakan sebelumnya dia selalu mengenakan poppy namun tidak lagi pada tahun ini.
Matic merupakan satu-satunya pemain Manchester United yang tidak mengenakan poppy di jerseynya saat Setan Merah menang 2-1 atas Bournemouth, Sabtu (3/11). Dia berharap orang-orang akan bersimpati dengan alasannya.
"Saya bersimpati dengan semua orang yang kehilangan keluarga mereka dalam perang," ujar Matic yang menerima serangan di media sosial selepas laga melawan Bournemouth itu.
"Namun, bagi saya, hal itu menjadi pengingat serangan yang saya alami saat saya kecil. Saya adalah anak kecil yang ketakutan di Vrelo saat negara saya, Serbia, digempur bom pada 1999," imbuhnya.
Baca juga: Malam Nyaris Sempurna Morata di Stamford Bridge
Pengeboman itu merupakan bagian dari serangan NATO untuk mengusir pasukan Serbia dari Kosovo.
Mengenakan poppy memicu sejumlah kontroversi di sepak bola selama beberapa tahun terakhir.
Pada 2016, FIFA mendenda Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara karena mengabaikan larangan mengenakan slogan atau simbol politik atau keagamaan di laga internasional.
Gelandang Irlandia James McClean adalah pemain lain yang menolak mengenakan poppy.
McClean adalah penganut Katolik dari Derry, kota di Irlandia Utara yang menjadi sorotan pada 1972 ketika tentara Inggris menembak mati 13 demonstran sipil dalam insiden yang diberi nama Bloody Sunday. Orang ke-14 tewas di rumah sakit. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved