Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PORSI latihan tim nasional Indonesia untuk Piala AFF 2018 di pemusatan latihan pada hari ketiga mulai beralih fokus. Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti Tukiman mulai memberikan takaran lebih lebih untuk latihan menyerang di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, kemarin.
Seperti yang diterapkan pada skuat timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018, penyerang dari sayap tetap menjadi tumpuan permainan. Eks asisten pelatih Persiba Balikpapan itu juga menekankan pada anak asuhnya untuk membangun serangan dari belakang dengan antisipasi transisi negatif ketika tim lawan merebut bola.
"Kami juga menyiapkan solusi untuk permainan dengan intensitas tinggi dengan mempersempit ruang latihan tadi. Ini berguna untuk melatih pemain cepat mengambil keputusan," kata asisten pelatih timnas, Kurnia Sandy.
Selain itu, Bima juga mengungkapkan bahwa pihaknya berusaha menjaga level stres anak asuhnya yang disibukkan jadwal padat. Hal itu karena persiapan Piala AFF tahun ini beririsan dengan jadwal kompetisi Liga 1 2018 yang belum juga berakhir.
"Selain latihan taktik, kami juga harus menjaga balance. Dua hari lalu sudah ada latihan berat jadi sore ini kita beri kesempatan untuk pemain refreshing tidak jauh-jauh dari hotel," kata Bima lagi.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan melakukan pemusatan latihan hingga Selasa (6/11) sebelum bertolak ke Singapura pada malam harinya. Indonesia akan melakoni laga pembuka Grup B melawan Singapura di National Stadium pada 9 November.
Timba pengalaman
Dari semua pemain yang dipanggil Bima saat ini, pamor Andik Vermansyah mungkin yang sudah mulai memudar. Faktanya, eks punggawa Persebaya Surabaya itu bahkan hampir tak disertakan Bima pada skuat Piala AFF 2018 .
Namun, keberuntungan datang tiba-tiba ketika Saddil Ramdani tersangkut masalah hukum. Winger Persela Lamongan ini pun dicoret dan masuklah Andik sebagai pemain pengganti.
Kans Andik untuk tampil reguler di skuat 'Garuda'--julukan Indonesia-- sejatinya sangat kecil. Ia akan kalah bersaing dengan Irfan Jaya dan Riko Simanjutak.
Kendati demikian, ada satu kelebihan yang dimiliki Andik dibandingkan pemain-pemain sayap lainnya. Pemain Kedah FA ini lebih berpengalaman di level timnas senior khususnya di ajang Piala AFF.
"Mungkin ini rezeki untuk Andik. Semoga dia memberikan aura positif. Andik juga salah satu kekuatan kita di AFF 2016 lalu bersama Andritany (Ardhiyasa), (Stefano), Evan (Dimas), Hansamu (Yama), dan Fachrudin (Aryanto). Semoga mereka bisa menjadi contoh untuk pemain muda," kata Bima.
Tugas Andik saat ini ialah beradaptasi secepat mungkin dengan gaya permainan timnas Indonesia. "Soal strategi mungkin pelatih lebih tahu, sebagai pemain kita hanya perlu jaga mental. Pasti ada rasa gugup, itu manusiawi. Tapi bagaimana kami dapat mengubahnya menjadi motivasi?" ungkap Andritany Ardhiyasa, kiper timnas Indonesia. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved