Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Nasional Qatar U-19 menjadi tim pertama yang memastikan tiket menuju ke Polandia untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun depan. Kepastian tersebut didapatkan seusai tim asuhan Bruno Pinheiro ini menang besar 7-3 atas Thailand di babak perempat final Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (28/10) sore.
Kemenangan dengan skor besar tersebut sejatinya tidak mencerminkan keunggulan mutlak Timnas Qatar U-19. Pasalnya, Thailand sempat memberikan perlawanan yang sangat sengit.
Qatar unggul dua gol lebih dahulu di babak pertama berkat sumbangan Hashim Ali (14') dan Nasser Al Yazidi (21'). Tapi di paruh kedua Sampan Kesi dkk berhasil bangkit dan mencetak tiga gol balasan. Gol Korawich Tasa (48'), Sakulchi Saengtaepoo (61'), Thirathon Pruaengna (80') membuat arah angin berbalik menguntungkan Thailand.
Sayangnya momentum kemenangan yang sudah berada di depan mata skuat 'Gajah Perang'--julukan Thailand-- pupus. Gelandang Ahmed Suhail berhasil menyamankan skor 3-3 di menit ke-87 sekaligus memaksa pertandingan menjalankan babak tambahan.
Pada babak 2 × 15 menit, Qatar menunjukkan kedigdayaannya. Qatar mampu mencetak empat gol tambahan yakni dwigol Abdulrasheed Umaru, Khaled Mansour dan terakhir Yousef Ayman. Skor 7-3 pun menjadi hasil akhir.
"Tentu hasil ini merupakan kebanggaan bagi kami. Kami bermain baik dalam laga ini, meski di beberapa kesempatan performa kami juga buruk. Tapi pada akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan," ujar Bruno seusai laga.
Dalam kesempatan yang sama, Bruno juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh insan sepak bola Indonesia yang merasa terprovokasi dengan tindakannya. Pelatih asal Portugal ini sebelum melakukan tindakan tak suportif dengan mengganggu jalannya pertandingan ketika Indonesia takluk 6-5 di laga kedua babak penyisihan Grup A beberapa waktu lalu.
"Pertama-tama saya minta maaf kepada seluruh fans Indonesia, mungkin ada selebrasi kami yang dinilai mengejek. Tapi kami tidak ada bermaksud menyinggung atau membuat keributan. Kami minta maaf," katanya kembali.
Sementara itu, Pelatih Thailand U-19 Ithsara Sritharo mengaku anak asuhnya kehabisan stamina ketika harus menjalani babak tambahan. Ia pun mengaku kecewa timnya gagal mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir waktu normal berjalan.
"Hal positif yang kami dapatkan ialah banyaknya pengalaman, terutama kami bertemu lawan-lawan yang sangat kuat. Pertandingan tadi sangat berwarna, kami tertinggal, unggul, dan akhirnya menyerah. Sayangnya kami gagal memastikan kemenangan lebih dahulu," kata Itsharo. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved