Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM nasional (Timnas) Indonesia U-19 tinggal selangkah lagi menggapai mimpi berpartisipasi di ajang Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Polandia tahun depan. Namun, tembok besar dan menjulang tinggi yang bernama Jepang U-19 akan mencoba menggagalkan mimpi Witan Sulaeman dkk tersebut.
Kedua tim akan bersua di babak perempat final Piala Asia U-19 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (28/10) malam.
Timnas Jepang U-19 merupakan tim istimewa dengan status juara bertahan dan berpotensi besar mengulanginya tahun ini. Tim yang dilatih Masanaga Kageyama mencatatkan rekor sempurna selama babak penyisihan grup dengan produktivitas gol tertinggi, 13 gol hanya dalam tiga pertandingan saja.
Jauh sebelum putaran final digelar, Jepang U-19 mempersiapkan diri dengan matang. Skuat 'Samurai Biru' menjalani tur Meksiko pada awal September lalu dengan melawan tim-tim kelas dunia seperti Brasil U-19, Meksiko U-19, dan tim muda klub Liga tertinggi di Meksiko, Club America U-20. Hasilnya Jepang U-19 meraih dua kali seri dan sekali menang ketika melawan Club America U-20 dengan skor 3-1.
Selain itu, Jepang U-19 juga sempat berkunjung ke Indonesia pada Maret lalu. Mereka pun menang besar dengan skor 4-1 di SUGBK. Kala itu Saddil Ramdani dkk dipimpin Bima Sakti yang juga merangkap jabatan sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23.
Menimbang segala fakta tersebut, 'Garuda Nusantara'--julukan Indonesia-- seperti menantang kemustahilan. Namun, Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menyebut anak asuhnya dalam kondisi terbaik untuk menghadapi Indonesia.
"Perjalanan di babak grup dan drama-drama yang terjadi membuat tim secara mental dan persiapan jauh lebih baik. Jadi besok pertandingan menarik dan kami ingin mewujudkan cita-cita bangsa ini," kata pelatih berdarah Minang ini dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/10) siang.
Klaim Indra bukan tanpa alasan, mentalitas skuat Timnas Indonesia U-19 sedang memuncak setelah mampu keluar dari lubang jarum di persaingan Grup A. Mereka dengan heroik mengejar defisit skor 6-1 menjadi 6-5 di laga kedua melawan Qatar U-19. Selang beberapa hari kemudian, Indonesia U-19 sukses menaklukan Uni Emirat Arab (UEA) 1-0 pada pertandingan terakhir Grup A sekaligus mengamankan tiket babak perempat final.
"28 Oktober merupakan hari Sumpah Pemuda karenanya kami merdeka dari sepak bola. Jadi jangan ada keraguan," imbuh Indra.
Di sisi lain, dukungan pun datang dari mantan pemain Timnas Indonesia U-19 di era Piala Asia U-19 1978 dan Piala Dunia U-20 1979, Subangkit. Ia berharap Timnas Indonesia U-19 saat ini mampu mengulangi pencapaian dirinya dan rekan-rekannya pada empat dekade lalu.
"Tinggal selangkah lagi, Kita semua berharap, insan sepak bola indonesia juga berharap banyak kepada mereka. Mereka punya kemampuan, kesiapan, mental dan mereka punya itu semua terbukti lawan Qatar dan UEA," jelas Subangkit.
Akan tetapi, Timnas Indonesia U-19 terancam kehilangan Egy Maulana Vikri dalam laga ini. Egy diketahui masih mengalami masalah pada bagian paha dan latihan terakhir Sabtu (27/10) pagi, ia tidak bermain penuh. Selain Egy, Indra juga kehilangan kapten tim sekaligus bek tengah Nurhidayat. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved