Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Hari Pahlawan, Pengurus Besar Pengusaha Berkarya (PBPB) menggelar Kejuaraan Invitasi Sepak Bola Junior Nasional U-17 di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta, 10-11 November mendatang.
Ketua Panitia Kejuaraan Invitasi Sepak Nola Junior Nasional U-17, Harry Samputra Agus, mengutarakan, kegiatan ini digelar sebagai upaya memupuk calon atlet dan pembinaan atlet-atlet muda sepak bola. Untuk itu, pihaknya akan mengundang para pemain U-17 dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di berbagai daerah, antara lain, SSB Real Madrid Foundation (Sidoarjo, Jawa Timur), SSB Tuleho Putra (Maluku), dan SSB dari Banten.
"Kami juga mengundang pemain-pemain muda lainnya guna menyemarakkan invitasi yang pertama kali kami gelar ini," kata Harry Samputra yang didampingi Ketua Umum PBPB Rahmat SH saat memberi keterangan resmi kegiatan di Jakarta, Jumat (26/10).
Harry menambahkan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi memajukan sepak bola di Tanah Air. Menurut dia, saat ini regenerasi atlet sepak bola telah berjalan tetapi masih harus disempurnakan. Selain itu, belum banyak pertandingan yang menjembatani antara liga junior dan senior.
Dia mengakui terdapat kejuaraan-kejuaraan untuk divisi junior di Indonesia. Namun sayangnya, seusai kompetisi, tidak ada pembinaan lanjutan.
“Kami melihat usai kejuaran selesai saja. Tidak ada kesinambungan pelatihan skill para pemain muda ini. Kami melihat manajemen olahraga kita masih harus terus diperbaiki di tubuh organisasi sepak bola kita. Ini yang harus dibenahi. Ini yang mau kita lakukan," tegasnya.
Harry mengutarakan, jika melihat negara-negara lain, atlet sepak bola nasional berasal dari kalangan kampus. Sehingga mereka bisa menggunakan prestasi olahraga sebagai beasiswa untuk kuliah.
Ketua Umum PBPB Rahmat membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, target kejuaraan invitasi kali ini sebagai jalan untuk menyinergiskan antara prestasi, manajemen sumber-sumber pendanaan, dan pembinaan jangka panjang.
Dia mengaku ikut prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini melihat bibit-bibit sepak bola saat ini langsung masuk ke jenjang profesional. Padahal, mereka belum mumpuni dalam hal teknik, wawasan, dan pengalaman.
"Mereka bisa langsung masuk divisi tiga, padahal teknik belum matang. Pembinaan kurang. Tapi mindset atau pola pikir sudah menjurus ke materi terus. Istilahnya, teknik masih tarkam (antarkampung) tapi maunya digaji profesional," cetusnya.
Hemat dia, jika pembinaan berjalan benar, pemain muda berbakat, didukung teknik mumpuni, pasti banyak yang mau mengontraknya.
"Asal tahapannya benar. Jangan seperti sekarang," tegasnya.
Sebab itu, pihaknya sengaja menggelar kejuaraan invitasi U-17 yang sebagian besar pemainnya berusia 15-16 tahun. Dia berpendapat kondisi usia tersebut cukup pas untuk pembentukan karakter dan profesionalitas.
"Kita mau melangkah lebih maju. Mencontoh negara-negara lain yang manajemen olahraga atau sports management-nya sudah sangat rapi. Mereka melakukan pembinaan secara serius. Hasilnya, kita lihat prestasi mereka baik dan materi pun memadai," ujar pria yang juga maju sebagai calon anggota legislatif Dapil Sumatra Selatan 2 dari Partai Berkarya itu. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved