Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGAGALAN memetik kemenangan di kandang sendiri kala menjamu Napoli di laga ketiga Grup C Liga Champions, Kamis (25/10) dini hari tadi menjadi pukulan telak bagi Paris Saint Germain. PSG harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 2-2 melawan tamu mereka di Stadion Parc des Princes.
Meski bermain di hadapan publik sendiri, Les Parisiens tampak kesulitan dalam menghadapi gempuran serangan dari tim rival. Mereka bahkan harus kecolongan angka terlebih dahulu melalui Lorenzo Insigne pada menit 29.
Gol balasan yang menjadi penyeimbang kedudukan bahkan tercipta dari hasil bunuh diri Mario Rui yang tercipta di menit 61. Belum lagi, tambahan gol I Ciucciarelli yang dilesakkan Dries Martens pada menit 77.
Di saat tengah terpuruk, hanya Angel Di Maria yang sanggup menjadi penyelamat muka dengan melesakkan gol telatnya pada menit perpanjangan waktu. Penampilan PSG kali ini tentu menjadi bahan evaluasi khusus bagi Arsitek Thomas Tuchel.
Juru taktik Les Parisiens tersebut menilai masih banyak pekerjaan rumah yang patut diperbaiki timnya. Satu hal yang paling krusial adalah masalah inkonsistensi yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi tim.
"Saya tidak tahu mengapa, tapi kami selalu saja kesulit bermain dengan gaya dan intensitas yang sama selama satu babak penuh. Kami hanya mampu mempraktikkan apa yang kami mau dan rencanakan selama 15 menit. Setelahnya, kami tersesat," ujar Tuchel.
"Sungguh, saya masih belum tahu apa penyebabnya. Kami tak boleh terus-terusan kehilangan struktur bermain seperti ini dan itu jadi tantangan kami," lanjutnya.
Hasil ini membuat posisi Les Parisiens berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup C dengan 4 poin. Mereka selisih tipis dari Napoli di peringkat 2 yang mengantungi 5 poin dan Liverpool di posisi puncak dengan 6 poin.
Tuchel pun menegaskan, timnya takkan lagi bisa menjadi favorit juara dengan penampilan seperti laga kali ini. Oleh karena itu, Tuchel menginginkan adanya perubahan pada pertemuan selanjutnya di San Paolo.
"Hasil laga ini menunjukkan bahwa kami bukanlah favorit seperti yang dipikirkan banyak orang, masih ada lawan kuat seperti Liverpool dan Napoli. Tapi, kami harus optimistis untuk menang di Italia, karena pertandingan melawan Napoli baru setengah babak dari total 180 menit, kami juga masih punya kesempatan untuk menang secara head to head atas Napoli," pungkasnya. (UEFA/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved