Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Leicester City Claude Puel mengkritik wasit Chris Kavanagh seusai timnya dikalahkan Arsenal 1-3 ketika berkunjung ke Emirates Stadium, Selasa (23/10) dini hari WIB.
Kavanagh tidak memberikan hadiah penalti pada tim tamu setelah bek Arsenal Rob Holding menyentuh bola di dalam kotak terlarang pada babak pertama.
Keputusan Kavanagh ini cukup kontroversi mengingat ia dalam posisi cukup dekat saat momen tersebut terjadi. Puel menilai hasil akhir pertandingan mungkin akan berbeda jika penalti diberikan.
Bahkan pelatih asal Prancis ini berpendapat Holding seharusnya mendapatkan kartu kuning kedua karena pelanggaran tersebut.
"Kami pantas mendapatkan hasil yang lain. Kami bermain sangat baik di babak pertama, tapi suatu momen krusial berlawanan dengan kami. Itu jelas penalti dan kartu kuning kedua. Itu bisa saja merubah pertandingan," kata Puel.
Baca juga: Arsenal Semakin Moncer
Disinggung soal penampilan penyerang andalannya Jamie Vardy yang tampil kurang impresif, Puel pun berkelakar.
"Jamie mungkin sakit. Anda harus berbicara dengannya. Saya pikir itu dimulai di babak kedua. Dia tidak bisa mencerna keputusan penalti tersebut," canda eks pelatih Southampton ini.
Leicester unggul lebih dahulu di menit ke-31 berkat gol bunuh diri bek kanan Arsenal Hector Bellerin. Namun, Arsenal mulai bangkit di akhir babak pertama setelah Mesut Oezil menyamakan kedudukan.
Setelah turun minum, giliran penyerang Pierre-Emerick Aubameyang yang menjadi mimpi buruk The Foxes--julukan Leicester. Penyerang asal Gabon ini membungkus dua gol sekaligus memastikan kemenangan 3-1 timnya. (BBC/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved