Aji Istirahatkan Evan Dimas

Satria Sakti Utama
29/3/2015 00:00
Aji Istirahatkan Evan Dimas
(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Evan Dimas amat mungkin absen membela Indonesia dalam laga kedua Grup H kualifikasi Piala Asia U-23 melawan Brunei Darussalam, sore ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Mantan kapten timnas U-19 itu mengalami cedera bahu saat tampil mencukur Timor Leste 5-0.

"Evan masih menjalani pemeriksaan, tapi belum tahu hasilnya. Bukan karena pergeseran sendi tulang atau patah, melainkan dia masih merasa sakit. Mungkin dia diragukan tampil," ujar pelatih timnas U-23 Aji Santoso, kemarin.

Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Evan Dimas di lini tengah, Aji mungkin akan menempatkan Paolo Sitanggang. Bersama dengan Adam Alis, Paolo Sitanggang akan menjadi motor sektor tengah tim Indonesia.

Selain Evan Dimas, kapten timnas U-23 Manahati Lestusen kemungkinan juga akan diistirahatkan karena belum fit sepenuhnya. Manahati sebelumnya didiagnosis mengalami cedera pergelangan kaki kanan saat melawan Suriah pada pertengahan Februari lalu.

Punggawa Persebaya Surabaya itu pun sempat absen di dua laga uji coba timnas U-23 saat mengalahkan Malaysia dan berkunjung ke Vietnam. Sebagai gantinya, Aji masih mempertimbangkan menurunkan Jajang Maulana atau Rudolof Yanto Basna sebagai tandem Hansamu Yama di lini belakang.

Di sisi lain, lini tengah Indonesia dipastikan tidak akan diperkuat Zulfiandi. Gelandang andalan Indonesia itu harus absen akibat menerima kartu merah saat menghadapi Timor Leste. Safri Al Irfandi menjadi pilihan terbaik Aji untuk menjadi pengganti Zulfiandi.

"Untuk pengganti Manahati ada Jajang dan Yanto sebagai pilihan. Namun, saya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan staf pelatih sebelum menentukan pemain yang akan diturunkan," imbuhnya.

Aji menambahkan, walau meraih kemenangan besar atas Timor Leste, penampilan beberapa pemain dinilai belum maksimal. Karena itu, dirinya akan melakukan rotasi pemain saat menghadapi Brunei.

Walau tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh, tim 'Garuda Muda' di atas kertas akan mampu meraih poin maksimal dari Brunei. Dengan kekuatan tim lebih baik ketimbang lawan, Indonesia bukan tidak mungkin bisa kembali meraih kemenangan besar.

Tambahan tiga poin akan memperbesar peluang Indonesia lolos ke putaran final tahun depan. Sepuluh tim juara grup dan 5 runner up terbaik akan tampil bersaing bersama tuan rumah Qatar.

"Kami akan berusaha menyiapkan tim terbaik. Kami ingin pemain bisa memaksimalkan kemampuan yang dimiliki," kata Aji.

Realistis
Walau Indonesia lebih diunggulkan, Brunei tetap tidak bisa dipandang enteng karena pernah mengalahkan Indonesia. Hal tersebut membuat pelatih Brunei Heng Seng Stephen menilai peluang meraih kemenangan kali ini tetap terbuka.

Meski demikian, Stephen mengatakan tetap realistis melihat kekuatan kedua tim. Kekuatan Indonesia diakuinya masih di atas Brunei. Bahkan, menurutnya, hasil imbang merupakan target realistis yang bisa didapat Brunei.  

"Level Indonesia tidak jauh berbeda dengan Korea Selatan dan kami akan berusaha mengimbangi Indonesia," ujarnya. (R-2)

satria@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya