Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy tampaknya ketagihan untuk ikut berpartisipasi dalam pembinaan sepak bola usia dini. Melalui Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018, kementerian yang dipimpinnya mengkreasikan turnamen sepak bola tingkat nasional untuk siswa-siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh penjuru Indonesia.
Turnamen GSI sendiri resmi ditutup pada Sabtu (20/10) sore setelah menggelar laga final di Stadion Madya Senayan. Dalam laga pamungkas, tim Jawa Timur ini menjadi yang terbaik setelah menaklukan Banten melalui babak adu penalti 0-0 (4-3).
"Turnamen ini merupakan implementasi dari Raker (Rapat Kerja) Percepatan Sepak bola Nasional pada 24 Januari lalu. Kami akan gelar tiap tahun. Tahun depan akan kami bikin lebih meriah, lebih terorganisir dan tentu saja juga lebih berprestasi," kata Muhajir dalam sambutannya.
Turnamen ini mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Pelatih tim Jawa Timur Nurul Huda mengaku puas dengan penyelenggaran GSI pada tahun pertama penyelenggaraan.
"Tahun depan pasti lebih banyak yang akan ikut serta. Kalau untuk usia muda, ada turnamen di daerah, murid-muridnya yang bayar buat transportasi. Kalau di Gala Siswa semua kebutuhan ditanggung. Ada hadiahnya sehingga anak-anak termotivasi," kata Nurul.
Tidak seperti turnamen usia muda pada umumnya di Indonesia, turnamen GSI ini menyentuh akar rumput pembinaan sepak bola nasional. Pada tahap pertama, sebanyak 11.435 SMP dari 2.872 kecamatan dan 257 kabupaten/kota ikut ambil bagian untuk menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. Wakil dari 33 Provinsi lantas masuk ke putaran nasional dan bertanding di Stadion Soemantri Brojonegoro Jakarta sejak 10 Oktober lalu.
Di lain pihak, Federasi Sepak bola Indonesia (PSSI) yang menjadi mitra penyelenggaran GSI berharap Kemendikbud semakin tertarik pada pembinaan usia muda. PSSI pun sedang mendalami kerja sama dengan Kemendikbud untuk menggelar turnamen yang sama tapi untuk siswa-siswa Sekolah Dasar.
"Mudah-mudahan ada tingkat SD. PSSI lebih memilih turun ke bawah dengan Kemendikbud karena kalau usia 16-18 tahun sudah di klub-klub masing-masing di akademi elit pro. Semoga bisa kick off
tahun depan yang SD," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria di kesempatan yang sama. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved