Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada Persib Bandung sebagai konsekuensi meninggalnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, akibat dikeroyok bobotoh Persib ditanggapi positif oleh sejumlah kalangan. PSSI dituntut konsisten.
Dalam putusan yang diumumkan di Jakarta, kemarin, Komdis mengharuskan 'Maung Bandung' menggelar laga kandang di Kalimantan sampai kompetisi Liga 1 musim ini berakhir. Tak cuma itu, Persib wajib menghelat partai home paruh pertama kompetisi musim depan tanpa penonton.
Untuk suporter yang berafiliasi dengan Persib, Komdis menjatuhkan sanksi berupa larangan menyaksikan pertandingan klub kesayangan mereka baik kandang maupun tandang pada setengah musim kompetisi 2019. Panpel Persib pun tak lepas dari sanksi. Komdis PSSI menghukum ketua panpel dan petugas keamanan dilarang ikut kepanitian Persib selama dua tahun. Panpel juga didenda Rp100 juta.
Komdis PSSI yang dipimpin Asep Edwin memutuskan pula melarang pelaku pengeroyokan terhadap Haringga untuk menonton pertandingan sepak bola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup. Sederet sanksi tersebut belum diakumulasikan dengan hukuman kepada individu-individu pemain dan tim kepelatihan Persib saat laga kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 23 September silam.
Selain menghukum Persib, PSSI memutuskan Liga 1 yang sempat dihentikan menyusul kematian tragis Haringga digulirkan kembali mulai 5 Oktober ini. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menilai langkah PSSI tersebut wajar diambil.
Imam tak melarang kompetisi segera digulirkan kembali. "Asal sudah dilakukan tindakan, kenapa tidak? Tapi saya harap itu harus sudah menjadi regulasi tetap sehingga berlaku bagi semua klub ketika liga ini diputar kembali," ujarnya.
Pengamat olahraga Tommy Apriyantono juga menilai PSSI sudah menunjukkan ketegasan mereka. "Kalau saya, sudah cukup bagus karena semua aspek kena hingga ke pemain juga. Saat pertandingan (lawan Persija) bahkan banyak dari pemain asing melakukan provokasi. Perilaku pemain asing yang seharusnya menjadi anutan."
Yang penting, imbuh Tommy, PSSI harus konsisten. "Jika PSSI berani, saya pikir semua suporter di Indonesia akan takut. Tinggal seberapa jauh untuk konsistensinya karena potensi hal sama terjadi masih ada," ucapnya.
Pengamat kebijakan olahraga Amal Ganesha pun berpendapat ketegasan memang diperlukan, tetapi langkah preventif harus diintensifkan. Ia berharap ada perbaikan di sistem kompetisi nasional. "Kemenpora, BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia), dan PSSI setelah ini harus duduk bareng untuk merumuskan solusi di ranah kebijakan."
Tidak adil
Kubu Persib menilai PSSI bersikap tak adil. "Ini sama saja menyuruh Persib bubar. Ini bukannya mendidik, melainkan menghancurkan," cetus manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.
Dia meminta PSSI bersikap adil dengan menghukum Persija dalam kasus meninggalnya suporter Persib, Rangga Cipta Nugraha, akibat dikeroyok pendukung Persija, 27 Maret 2012. "Kalau ada hukuman, saya bilang Persija juga harus dihukum. Kenapa masalah Rangga tak diangkat? Orangtuanya juga masih terpukul."
Ketua Viking Persib Club Heru Joko berharap manajemen Persib mengajukan upaya banding. "Kami menunggu itu. Kalau hasilnya tidak bagus, kita adakan gerakan. Manajemen harus berjuang. Kami di belakang mereka," tegas Heru.
Terkait dengan kematian Haringga, jajaran Polrestabes Bandung kembali menangkap enam tersangka pengeroyok. Sebelumnya, aparat meringkus delapan tersangka. "Mereka ditangkap di berbagai wilayah di luar Bandung," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema. (Ant/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved