Keberatan dengan Sanksi, Manajer Persib: Ini Menghancurkan

Satria Sakti Utama
02/10/2018 18:27
Keberatan dengan Sanksi, Manajer Persib: Ini Menghancurkan
(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

SANKSI Komisi Disiplin (Komdis) PSSI seperti mencabik-cabik Persib Bandung. Pasalnya klub berjuluk 'Samurai Biru' ini mendapati sanksi berlapis akibat insiden Haringga Sirla, pendukung The Jakmania yang meregang nyawa sesaat sebelum laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Minggu (23/9).

Komdis PSSI yang dipimpin Asep Edwin menjerat Persib dengan larangan menggelar laga kandang tanpa penonton hingga tengah musim Liga 1 2019. Khusus musim ini, Persib wajib menggelar laganya di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan.

Untuk suporter yang berafiliasi dengan Persib, Komdis juga memberikan sanksi berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya baik tandang maupun kandang sampai pada setengah musim kompetisi 2019.

Sementara itu, panitia pelaksana (Panpel) Persib Bandung juga tak luput dari sanksi. Komdis PSSI menghukum ketua panpel dan petugas keamanan dilarang ikut kepanitian Persib Bandung selama dua tahun. Panpel Persib Bandung juga didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Adapun untuk seluruh tersangka pengeroyokan Haringga Sirla, Komdis memutuskan sanksi larangan menonton sepakbola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Sederetan sanksi tersebut belum diakumulasikan dengan hukuman kepada individu-individu pemain dan tim kepelatihan Persib Bandung saat laga kontra Persija.

"Ini sama saja menyuruh Persib bubar. Ini bukannya mendidik, tapi menghancurkan," kata Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Selasa (2/10).

Umuh lebih lanjut meminta PSSI juga bersikap adil dengan menghukum Persija Jakarta dalam kasus meninggalnya Rangga Cipta Nugraha. Rangga merupakan pendukung Persib Bandung yang meninggal dunia karena dikeroyok seusai laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 27 Maret 2012 silam.

"Kalau ada hukuman, saya bilang Persija juga harus dihukum. Kenapa masalah Rangga tak diangkat? Orang tuanya juga masih terpukul. Sampai sekarang belum ada jawaban penyelesaiannya," imbuhnya.

Di lain pihak, Ketua Viking Persib Club (VP) Heru Joko juga mengamini respon dari Umuh tersebut. Heru berharap manajemen Persib segera mengajukan upaya banding kepada Komisi Banding (Komding) PSSI sebagai jalan keluar.

"Semoga pengurus Persib segera mengajukan banding. Kami menunggu itu. Kalau hasilnya tidak bagus, kita adakan gerakan. Manajemen harus berjuang. Kami di belakang mereka," tegas Heru. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya