Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MIMPI Tim nasional U-16 Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-17 Peru 2019 harus pupus. Kekalahan Garuda Asia dari Timnas U-16 Australia di babak perempat final Piala AFC U-26 2018, Senin (1/10) sekaligus menunda mimpi mereka berlaga di tingkat dunia.
Skuat Merah Putih harus menembus partai semifinal sebagai syarat lolos ke Piala Dunia U-17. Sayangnya, dalam duel di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Septian David Maulana dan kawan-kawan kalah tipis 2-3 dari Australia.
Meski gagal mencapai target perjuangan skuat Garuda Asia patut mendapat apresiasi. Mereka telah mencatat sejarah lolos babak perempat final Piala Asia sebagai juara Grup C untuk yang pertama kalinya sejak 28 tahun yang lalu.
Karena itu, meski kecewa, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi tetap mengapresiasi perjuangan Garuda Asia yang dianggap sudah maksimal.
"Perjuangan mereka sudah maksimal, soliditas timnas sudah terlihat dan ini menjadi modal penting bagi masa depan sepak bola nasional. Kita harus tetap memberikan dukungan terhadap timnas kita," ujar Imam usai ditemui setelah nonton bersama pertandingan Timnas U-16 di Wisma Menpora, Jakarta, Senin (1/10).
Pada jalannya pertandingan, Skuat Garuda ASia sejatinya unggul lebih dulu pada menit 17. Penyerang andalan Merah Putih Sutan Zico berhasil merangsek ke kotak penalti lawan dan melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dihalau penjaga gawnag AUstralia, Adam Pavlesic.
Keunggulan 1-0 pun bertahan hingga akhir babak pertama. Sayangnya, pada babak kedua, lini pertahanan Garuda Asia mulai mengendur.
Tim negeri Kangguru mampu bangkit dan mencetak tiga gol balasan melalui Daniel Walsh yang mencatat namanya di papan skor melalui sundulan pada menit 51, disusul Leombruno pada menit 69, dan Botic pada menit 74. Meski bermain dalam tekanan tertinggal 1-3, skuat Garuda ASia tetap berjuang untuk membalas kedudukan.
Peluang emas pun akhirnya tercipta pada menit 89. Adalah Rendy Juliansyah yang berhasil mempertipis ketertinggalan skuat Merah Putih menjadi 2-3.
Fakhri mengakui, banyak kesalahan yang dilakukan oleh timnya pada laga kali ini.
"Ini hasil yang kami harus dapatkan,Kesalahan kecil harus dibayar mahal. Kami kalah dari bola-bola mati karena postur tubuh mereka," ujar Fakhri pasca pertandingan.
"Australia adalah tim yang bagus, mereka memiliki dasar sepak bola yang baik. Kami kesulitan mengantisipasi bola-bola atas, gol pertama mereka langsung meruntuhkan semangat pemain saya," lanjutnya.
Harus Bangkit
Meski demikian, Fakhri tetap bangga pada perjuangan anak-anaknya di lapangan. Fakhri pun meminta timnya untuk bangkit kembali dan belajar menerima kekalahan kali ini.
"Merke aharus belajar menerima hasil, ini sepak bola, tidak semua hasil yang kita harapkan bisa menjadi kenyataan. Mereka harus bangkit kembali dan melupakan hasil ini karen amereka punya masa depan cemerlang di hadapannya," tandas Fakhri.
Sementara itu, Australia akan melanjutkan langkah mereka di babak semifinal. Tim asuhan Trevor Morgan telah ditunggu oleh Samurai Muda Jepang yang sebelumnya mengalahkan Oman 2-1. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved