Keputusan Bergulirnya Liga Masih Belum Jelas

Nurul Fadillah
01/10/2018 18:24
Keputusan Bergulirnya Liga Masih Belum Jelas
( ANTARA FOTO/Reno Esnir)

KEPASTIAN waktu bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 2018 masih belum jelas. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) masih menunggu hasil keputusan Komisi Disiplin sebagai dasar penentuan kapan liga akan kembali berjalan.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan, Komdis akan menggelar sidang hari ini dan keputusan akan keluar dalam dua tiga hari mendatang. Sebelumnya, sebanyak 18 klub Liga 1 menuntut PSSI untuk menggulirkan Liga pada 5 Oktober mendatang. Joko pun mengaku menerima keinginan tersebut sehingga pihaknya akan segera mengirim surat kepada operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru untuk menjadwalkan kembali pertandingan.

"Prinsipnya, hari ini jika Komisi Disiplin mengambil keputusan, sekalipun keputusan pertama dari beberapa keputusan serial yang akan diambil, PSSI tetap akan memberi surat ke PT LIB untuk segera menjadwalkan liga. Kami tidak ingin sekadar mengungkapkan main tanggal 5 tetapi tidak terimplementasi karena waktunya dari tanggal 1 ke tanggal 5 perlu koordinasi panpel untuk perizinan," ujar Joko ketika ditemui usai Silaturahmi Suporter Sepak Bola 2018 Bersama Kemenpora di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin (1/10)

"Prinsipnya PSSI akan kirim surat kepada liga yang basisnya adalah keputusan Komdis pada hari ini," lanjutnya.

PSSI menghentikan kompetisi setelah suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla tewas akibat dikeroyok suporter Persib Bandung alias Bobotoh sebelum berlangsungnya laga kedua tim di Gelora Bandung Lautan Api, 23 September lalu. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, penghentian kompetisi sementara waktu ini menjadi momentum untuk merenung dan mengosonsolidasikan kepada seluruh klub dan suporter agar hal serupa tak terjadi lagi di kemudian hari.

Karena itu, pada pertemuan bersama Kemenpora yang dihadiri oleh sejumlah manajer klub, perwakilan masing-masing suporter, PSSI, BOPI, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), dan juga pengamat, diputuskan 10 poin yang menjadi pernyataan sikap stakeholder sepak bola nasional terkait peningkatan tata kelola pembinaan suporter.

Beberapa poin diantaranya adalah tolak kekerasan dalam bentuk apapun di dalam stadion, di luar stadion, dan area lainnya, serta tolak segala bentuk dukungan yang bernada provokatif seperti nyanyian, hinaan, spanduk rasis, atau koreo negatif, dan lain-lain.

Bahkan, dari pertemuan tersebut disepakati, jika ada suporter yang menyanyikan lagu rasis maka pertandingan tidak akan dilanjutkan.

"Saya kira semua sepakat, ini adalah ujung dari sebuah upaya bahwa siklus pemberian sanksi terhadap tindakan rasis sering tidak efektif. Karena itu, implementasi ini perlu dirumuskan dengan cermat, liga maupun perangkat pertandingan lain, ada wasit, komisioner pertandingan dan tentu saja pemain yang ada di lapangan jika mendengar hal-hal berbau rasis maka laga akan langsung dihentikan, ini belum pernah diterapkan bahkan di pertandingan di dunia sekalipun," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berharap pertemuan kali ini tidak berakhir sia-sia. Imam berharap, pembicaraan antar para pemangku kepentingan tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius mengingat banyaknya komitmen yang harus dipenuhi oleh PSSI.

"Saya berharap pembicaraan tadi harus ditindaklanjuti karena banyak komitmen harus dipenuhi oleh PSSI. Dimana kemudian eksisstensi klub dan suporter harus diedukasi dnegan baik karena suporter adalah aset terbaik yang dimiliki oleh sepak bola tanah air," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya