Presiden Ingatkan Fanatisme Sepakbola jangan Kebablasan

Rudy Polycarpus
25/9/2018 16:34
Presiden Ingatkan Fanatisme Sepakbola jangan Kebablasan
(ANTARA)

TEWASNYA Haringga Sirla, fans Persija Jakarta, menjadi contoh fanatisme yang kebablasan.

Melakukan perbuatan, kata Presiden Joko Widodo, merupakan bentuk fanatasime berlebihan. Padahal, olahraga menjunjung tinggi sportivitas. Demikian disampaikan Jokowi seusai membuka Pekan Purnabakti Indonesia (PPI) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9).

"Jangan sampai fanatisme yang berlebihan jadi kebablasan sehingga terjadi kriminalitas. Harus segera disetop, karena olahraga itu menjunjung sportivitas," tegasnya.

Haringga tewas akibat dikeroyok sejumlah suporter Persib Bandung, Minggu (23/9). Presiden menyampaikan duka mendalam atas kejadian naas yang menimpa Haringga.

Menurut Jokowi, pemberian sanksi terhadap klub sepak bola tidak menjamin mencegah hal yang sama terulang. Solusi yang paling tepat adalah duduk bersama dan menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

Oleh karena itu, ia meminta agar Kementerian Pemuda dan Olahraga, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, serta para kelompok-kelompok pendukung klub untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ini sudah bolak-balik ada lagi. Harus ada sebuah komitmen bersama-sama agar kejadian itu tidak terulang," pungkas mantan Wali Kota Solo itu. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya