Keberanian PSSI Jatuhkan Sanksi Ditunggu

Eko Suprihatno
24/9/2018 20:15
Keberanian PSSI Jatuhkan Sanksi Ditunggu
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/)

SIKAP tegas Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibutuhkan untuk mengatasi tragedi terbunuhnya Haringga Sirila, sebelum laga Persija menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9).

"Sikap tegas itu dibutuhkan demi menjaga sepak bola Indonesia lebih baik lagi. PSSI harus menjatuhkan sanksi tegas terhadap klub yang suporternya bertindak brutal," ujar pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo dalam acara Prime Talk Metro TV di Jakarta, Senin (24/9) malam.

Secara lugas Kesit berharap PSSI bisa bertindak seperti UEFA ketika menghukum Liverpool dalam tragedi Heysel (29 Mei 1985) saat menghadapi Juventus di final Piala Champions. Akibatnya, tim-tim Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama lima tahun.

"Perilaku suporter yang menunjukkan kebiadabannya tak bisa ditoleransi. Hukum harus bicara ketika sudah ada kematian yang dilakukan suporter. Tinggal sekarang PSSI berani atau tidak bertindak tegas. Apakah PSSI berani atau tidak menjatuhkan sanksi?" papar Kesit lagi.

Haringga, anggota The Jakmania, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh pendukung Persib. Bahkan dalam rekaman video yang menjadi viral, aksi biadab tersebut begitu nyata.  

Rivalitas dua tim ini memang selalu memunculkan kecemasan berbagai pihak. Berdasarkan catatan yang ada, Haringga bukanlah orang pertama yang menjadi korban kebiadaban suporter lawan. Sebelum itu ada lima nama lain yang harus meregang nyawa, yaitu Rangga Cipta Nugraha, Lazuardi, Dani Maulana pada 27 Mei 2012. Kemudian Gilang dan Harun Al Rasyid Lestaluhu 6 November 2016. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya