Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIVERPOOL sukses melewati rintangan kedua mereka musim ini. Setelah mempermalukan Tottenham Hotspur 2-1 di kompetisi domestik, akhir pekan lalu, the Reds sukses menumbangkan raksasa Prancis Paris Saint Germain 3-2 pada babak penyisihan Grup C Liga Champions di Anfield, Rabu (19/9).
Roberto Firmino tampil sebagai pahlawan ‘si Merah’ dalam laga kandang tersebut lewat golnya pada injury time.
Setelah tampil sebagai pengganti, pemain asal Brasil tersebut membuat para pendukung Liverpool yang sempat waswas setelah kedudukan imbang 2-2 kembali bersorak.
Firmino sebelumnya diragukan bisa tampil akibat matanya mengalami cedera lantaran kena colok jari Jan Vertonghen saat menghadapi Hotspur akhir pekan lalu. Namun, kondisinya membaik sehingga Juergen Klopp berani memainkannya pada menit ke-72, menggantikan Daniel Sturridge.
Sejatinya, peran Sturridge juga tidak bisa dikesampingkan. Betapa tidak? Dialah yang membuka pesta ‘si Merah’ di Anfield lewat golnya menit 30 sebelum digandakan James Milner 6 menit kemudian lewat tendangan penalti.
Tidak berlebihan jika Klopp mengapresiasi kedua pemain tersebut. Menurut Klopp, performa Firminho sempat diragukan mengingat dirinya mengalami cedera pada matanya, sedangkan Sturridge melakukan tugasnya dengan sangat baik.
“Tiga gelandang melakukan pekerjaan luar biasa, tetapi mereka hanya bisa melakukannya dengan bantuan dua sayap. Nomor sembilan (Firmino) membantu dalam semua situasi ini untuk menjaga formasi tetap kompak. Itu luar biasa,” ujar Klopp selepas laga.
“Saya juga berkata kepada Daniel (Sturridge) sebelum pertandingan, ‘Anda berada dalam kondisi terbaik karena saya mengenal Anda secara fisik’ dan sekarang kami harus menggunakannya dan itulah yang kami lakukan. Dia menunjukkan permainan yang hebat dengan gol supernya, kemudian kami mendapat kesempatan untuk membawa Bobby Firmino dan dia juga mencetak gol,” pungkasnya.
Dengan hasil itu, Liverpool untuk sementara menguasai puncak klasemen Grup C dengan tiga poin di atas Red Star Belgrade dan Napoli yang berimbang tanpa gol. PSG untuk sementara menduduki posisi juru kunci dengan nilai 0.
Kekalahan di Anfield itu tentu saja menyesakkan bagi para pendukung PSG, apalagi bagi sang arsitek Thomas Tuchel.
Pasalnya itu kali kedua tim besutannya kalah kalah tragis di Anfield. Pada dua setengah tahun lalu, tim besutannya, Borussia Dortmund, juga kalah di Anfield 3-4 meski sempat memimpin 2-0 dan 3-1.
“Inilah Anfield, inilah yang mereka lakukan. Mereka tidak memberikan ruang bagi Neymar. Mereka tidak memberi kami kesempatan untuk menjalankan rencana kami,” cetus Tuchel.
Susah payah
Pada pertandingan lain Atletico Madrid harus bersusah payah untuk memetik kemenangan atas AS Monaco. Meski bertindak sebagai tim tamu, Los Colchoneros sukses mengalahkan Monaco 2-1 di Stade Louis II.
Dua gol Atletico dalam laga itu dicetak Diego Costa (31’) dan Jose Maria Gimenez (45+1). Satu-satunya gol balasan tuan rumah dicetak Samuel Grandsir (18’).
“Itu bukan laga yang mudah dan kondisi lapangan juga membuat tim mana pun bakal kesulitan. Situasi semakin sulit akibat gol tersebut. Untungnya para pemain mampu bereaksi dengan baik,” cetus arsitek Atletico, Diego Simeone.
Dengan kemenangan itu, Atletico memimpin klasemen sementara Grup A. Dortmund di posisi kedua dengan mengalahkan Club Brugge 1-0. (AFP/BBC/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved