Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INTER Milan berhasil menepis kritik dengan awal yang positif di mengawali kampanye Liga Champions musim ini. Meski di Serie A, Inter masih terpuruk di posisi 15 dengan hanya memetik satu kemenangan dan satu imbang dari empat pertandingan, il Nerazzurri terbukti mampu bangkit dari keterpurukan dan mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 pada laga pembuka Grup B Liga Championss di San Siro pada Rabu (19/9).
Pada jalannya pertandingan Spurs yang unggul dari segi penguasaan bola 54% lebih banyak dari tuan rumah lebih dulu membuka keunggulan. Christian Eriksen berhasil membobol gawang Inter Milan pada menit 53 sehingga Spurs pun unggul 1-0.
Tertinggal satu gol tak lantas membuat Inter menyerah. Il Nerazzurri bermain dengan tempo tinggi untuk bisa mencetak gol penyama kedudukan.
Upaya mereka pun membuahkan hasil pada menit 86. La Beneamata mencetak gol penyeimbang melalui gol Mauro Icardi.
Tensi pertandingan semakin meninggi setelah keduanya imbang 1-1. Tapi, La Beneamata lah yang ternyata lebih unggul ketika Matias Vecino melesakkan gol penentu pada menit 90+2.
Arsitek La Beneamata, Luciano Spalletti memberikan kredit lebih kepada Mauro Icardi. Menurutnya, gol pembuka Icardi merupakan inspirasi kemenangan bagi timnya.
"Gol penting adalah yang membuka jalan menuju kemenangan, Mauro adalah sosok yang baik dan profesional, dia pemimpin grup, pemain yang hebat. Tapi, bukan dia satu-satunya pesepak bola yang kami miliki, karena alasan itulah kami harus bisa meraih kemenangan tanpa harus bergantung pada kemampuannya," ujar Spalletti.
Di sisi lain, kekalahan Spurs kali ini, membuat klub sepak bola asal London tersebut menderita kekalahan ketiga secara beruntun untuk pertama kalinya sejak Mauricio Pochettino mengambil alih pada Mei 2014 lalu. Pochettino pun meminta anak-anaknya untuk tetap berdiri tegak dan bangkit dari keterpurukan.
"Ketika Anda dalam periode negatif sulit untuk kembali, itu terjadi di sepak bola. Saya rasa Anda hanya bisa memperbaikinya dengan bekerja lebih baik daripada sebelumnya," ujar Pria berusia 46 tahun ini.
"Kami perlu meninjau banyak hal dan mencoba untuk terus maju.Inilah sepak bola, kami harus tetap bekerja keras dan mencoba untuk memenangkan laga selanjutnya," pungkasnya. (GOAL/Sport.bt.com/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved