Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH terpuruk di Piala Dunia 2018, timnas Jerman bertekad bangkit. Kesempatan memperbaiki pamor itu hadir dini hari kemarin saat 'tim Panser' melakoni pertandingan Liga A Grup 1 UEFA Nations League di Allianz Arena, menghadapi Prancis. Akan tetapi, kiper Prancis Alphonse Areola menggagalkan rencana sang juara dunia 2014 ini. Areola yang baru pertama kali membela tim nasional tampil heroik dengan melakukan empat penyelamatan dari peluang-peluang yang diciptakan Marco Reus, Mats Hummels, dan Thomas Mueller. Walhasil, skor pertandingan berakhir sama kuat 0-0.
"Ini debut saya dan saya senang memulainya dengan seperti ini. Saya mencoba menjaga fokus sehingga akhirnya kami tidak kalah. Jadi, ini bagus," kata Areola.
Di lain pihak, gelandang Jerman Toni Kroos mengungkapkan hasil imbang di kandang sendiri bukan merupakan catatan buruk. Ia menilai, Jerman tampil baik karena mendominasi pertandingan atas Antoine Griezmann dan kawan-kawan. "Ini merupakan langkah pertama. Kami melakukan apa yang kami harus lakukan," kata Kroos.
Pelatih Jerman Joachim Loew menyadari tugasnya saat ini ialah mengembalikan kepercayaan anak asuhnya. Tidak kalah dari Prancis ialah hal terpenting. Loew mengubah gaya bermain dari menyerang menjadi lebih konservatif. Memainkan skema 4-1-4-1 dengan empat bek yang fokus menjaga pertahanan.
"Kami butuh menjaga gawang kami tak kebobolan apa pun yang terjadi. Ini soal mendapatkan kembali kepercayaan yang hilang musim panas lalu," sebut Thomas Mueller.
Pada pertandingan selanjutnya, Jerman akan menjalani laga persahabatan melawan Peru di Sinsheim, Senin (10/9) dini hari. Sementara itu, Les Bleus akan melakoni laga kedua Liga A Grup 1 UEFA Nations League melawan Belanda di Stade de France.
Tangan dingin Enrique
Kehebatan Luis Enrique saat menangani klub akan mendapat ujian berat, saat naik kelas ke level timnas. Pelatih yang meraih sembilan gelar selama tiga tahun menangani Barcelona dituntut mengeluarkan kejeniusannya saat memimpin Spanyol menghadapi Inggris dalam laga UEFA Nations League dini hari nanti di Stadion Wembley.
Tangan dingin Enrique saat memimpin Barcelona inilah yang diharapkan dapat mengangkat kembali prestasi timnas Spanyol yang hanya bertahan hingga babak 16 besar pada Piala Dunia 2018.
Enrique mungkin menggunakan formasi menyerang 4-3-3 seperti saat menukangi Barcelona. Penyerang Alvaro Morata yang ditendang dari skuat Piala Dunia 2018 akan menempati penyerang tengah dalam laga ini, apalagi Diego Costa absen. Morata akan ditopang duo Madrid Isco dan Asensio di lini depan.
Di lain pihak, Inggris berharap dapat melanjutkan kampanye positif pada Piala Dunia 2018. "Piala Dunia merupakan panggung terbesar untuk banyak pesepak bola. Sangatlah luar biasa untuk melihat bagaimana kami melalukan hal yang baik sebagai tim," jelas bek Inggris, Luke Shaw.
(AFP/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved