Momen Bangkit seusai Terpuruk

Widhoroso
06/9/2018 01:00
Momen Bangkit seusai Terpuruk
( Christof STACHE / AFP)

PIALA Dunia 2018 menjadi kenangan terburuk timnas Jerman sepanjang sejarah. Datang ke Rusia dengan status juara bertahan, tim 'Panzer' hanya tampil tiga kali alias tersingkir di penyisihan grup.

Hasil mengecewakan di Rusia membuat Jerman harus tampil meyakinkan di laga perdana penyisihan UEFA Nation League. Namun, itu bukan tugas mudah. Pasalnya, lawan yang harus dihadapi di Muenchen Arena, Muenchen, dini hari nanti ialah Prancis, juara Piala Dunia 2018.

Laga melawan Prancis memang menjadi saat tepat bagi Jerman untuk mengembalikan harga diri setelah petaka di Rusia. Kemenangan atas Prancis bisa menjadi obat mujarab mengangkat beban berat di pundak Joachim Loew yang masih dipercaya menangani Jerman selepas hasil buruk di Piala Dunia 2018.

"Sejauh menyangkut masa depan, penting bagi kami untuk membuat beberapa perubahan dalam tim. Kami memiliki jadwal pertandingan penting kompetisi ini," jelas Loew.

Tuntutan meraih hasil positif di Muenchen membuat Loew akan menurunkan kekuatan terbaik yang dimiliki. Menuel Neuer tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.

Di lini tengah, setelah tidak lagi ada Mezut Oezil, duet Toni Kroos dan Leon Goretzka menjadi pilihan terbaik. Lini depan akan ditempati Timo Werner yang akan didukung Thomas Mueller dan Marco Reus.

"Kami telah mempersiapkan tim menghadapi kompetisi ini. Perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda membuat kita bertekad bangkit. Tim Jerman saat ini akan berbeda," tegasnya.

Kekuatan terbaik juga akan diturunkan Prancis. Pelatih Prancis Didier Deschamps tentu tidak ingin namanya tercoreng di laga perdana selepas kemenangan di final Piala Dunia 2018.

"Saya tidak melihat menjadi juara dunia sebagai beban, tetapi sebagai sesuatu yang indah. Kami sudah berpikir ke depan," jelasnya.

Kecuali kiper Hugo Lloris, Deschamps akan menurunkan pemain terbaik yang dimiliki. Benjamin Pavard, Raphael Varana, Paul Pogba, Blaise Matuidi, Antoine Griezmann, serta Kylan Mbappe dipastikan bakal dimainkan Deschamps.

"Jerman memang gagal di Piala Dunia 2018, tetapi mereka masih tim yang hebat. Jerman sebuah tim besar dan kami harus tetap fokus. Anda harus memenangi setiap pertandingan dan terus menantang diri sendiri," tegasnya.

Kompetisi baru
UEFA Nations League merupakan kompetisi sepak bola antarnegara Eropa yang baru bergulir tahun ini. Berbeda dengan Piala Eropa, UEFA Nations League menggunakan format kompetisi dan akan berlangsung September 2018 hingga Juni 2019.

Laga UEFA Nations League akan menjadi pengganti laga persahabatan internasional yang selama ini dimainkan di jadwal pertandingan uji coba FIFA. Kompetisi ini diikuti 55 negara anggota UEFA yang dibagi dalam empat level, yaitu Liga A, B, C, dan D, dengan empat grup di setiap liga dan menggunakan sistem promosi dan degradasi.

Liga A diisi 12 tim peringkat teratas UEFA per 11 Oktober 2017. Selain Jerman dan Prancis, Grup 1 Liga A UEFA Nations League juga diisi Belanda. Adapun Grup 2 ditempati Belgia, Islandia, dan Swiss. Grup 3 ditempati Italia, Polandia, dan Portugal, serta Grup 4 diisi Kroasia, Inggris, dan Spanyol. (UEFA.com/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya