Kontroversi Oezil tidak Menggoyahkan Jerman

(AFP/Sat/R-2)
05/9/2018 06:15
Kontroversi Oezil tidak Menggoyahkan Jerman
(AFP PHOTO / Johannes EISELE)

CITA-CITA Jerman untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024 tidak goyah. Mereka tetap percaya diri bakal menjadi tuan rumah hajatan sepak bola di 'Benua Biru' tersebut.

Pamor Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) kini memang sedang disorot karena kontroversi yang disebabkan Mesut Oezil. Pemain Arsenal itu telah 92 kali membela der Panzer julukan Jerman dan memilih pensiun setelah Piala Dunia 2018 karena kasus rasialisme.

Oezil dan rekan setimnya Ilkay Gundogan yang berdarah campuran terbelenggu problema politik setelah berfoto dengan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki. Akibatnya, Oezil menjadi bulan-bulanan kritik publik Jerman karena dinilai tidak loyal terhadap negara.

Mundurnya Oezil dari timnas Jerman melalui surat terbuka yang disampaikannya di media sosial. Ia menilai hasil perjuangannya seperti saat mempersembahkan Piala Dunia 2014 untuk Jerman tidak lagi bernilai di mata publik Jerman. Eks pemain Real Madrid itu juga menyerang Presiden DFB Reinhard Grindel yang turut serta mengkritiknya.

"Di mata Grindel dan pendukungnya, saya seorang warga Jerman ketika menang. Namun, saya seorang imigran ketika kalah," tulis Oezil.

Akan tetapi, Grindel baru-baru ini menyebut kontroversi Oezil tidak akan mengganggu rencana Jerman yang ingin menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024.

"Setiap orang DFB dan di UEFA mengetahui saya dengan baik. Saya sangat-sangat bisa dipercaya bahwa mereka dapat menempatkan dalam suatu perspektif. Jadi, saya pikir tidak akan ada dampak dalam proses pengajuan penawaran tersebut," kata Grindel.

Kasus Oezil sejatinya tidak hanya berdampak pada dunia sepak bola Jerman, tetapi juga kehidupan bernegara. Jerman merupakan negara dengan populasi etnis Turki yang besar. Namun, Grindel tetap membela diri.

"Kami berpegang pada nilai-nilai DFB, yakni saling menghormati, toleransi, fair play, kebebasan berbicara, dan kebebasan media. Gambar dengan Erdogan membuat kecewa pendukung kami karena presiden mereka tidak berdiri pada nilai-nilai tersebut," imbuhnya.

Terlepas persoalan Oezil, Grindel memastikan tetap mempercayakan masa depan timnas Jerman kepada Joachim Loew. Jerman mengakhiri perjalanan Piala Dunia 2018 dengan hasil yang mengecewakan. Mereka gagal lolos pada babak penyisihan Grup F setelah hanya meraih tiga poin dari tiga laga.

"Kami harus percaya pada kualitas dan motivasinya bahwa dia (Loew) merupakan sosok yang benar dalam membangun generasi baru dan itu merupakan poin paling penting bagi kami," jelasnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya