Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKAP terbuka Mesut Oezil terkait alasan dirinya mundur dari timnas Jerman, terus memicu kontroversi. Jerman seperti terbelah menyikapi keputusan pemain berdarah Turki itu untuk tidak lagi membela 'Tim Panser'.
Dalam penyataannya, Oezil menyebut merasa menjadi sasaran aksi rasisme setelah dirinya bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu lalu. Kekecewaan dalam diri gelandang berusia 29 tahun itu makin besar setelah Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dinilainya tidak berada di belakangnya untuk melawan tindakan rasis tersebut.
Dukungan terhadap Oezil datang dari berbagai pihak. Rekan Oezil di Arsenal Hector Bellerin mendukung penuh keputusan itu. Menurut Bellerin keputusan Oezil sudah tepat mengingat dirinya tak lagi dihargai di Jerman.
"Sungguh nyata bahwa seseorang yang telah melakukan begitu banyak hal untuk negaranya, dan di luar lapangan telah diperlakukan dengan tidak terhormat. Sangat baik @MesutOezil1088 untuk melawan keras atas perilaku seperti ini," tulis Hector dalam akun Twitter-nya.
Mantan pemain timnas Jerman Dietmar Hamann menuding DFB lemah karena tak melindungi Mesut Oezil dari hujan kritik. Menurutnya, DFB seharusnya mengambil tindak-an setelah kontroversi pertemuan Oezil dan Erdogan mencuat.
"Masalah ini harusnya sudah terpecahkan sebelum Piala Dunia. Kinerja buruk DFB menunjukkan kepemimpinan yang lemah. Mereka membiarkan masalah bertumbuh, itulah mengapa semua orang menyerang Oezil," jelas Hamann.
Tidak hanya dari kalangan olahraga, dukungan juga datang dari politikus Jerman keturunan Turki. Cem Ozdemir, mantan Ketua Partai Hijau dan politikus kawakan menyebut, hengkangnya Oezil dari timnas Jerman hanya disambut mereka yang menentang adanya keberagaman.
Kanselir Jerman Angela Merkel dalam pernyataannya menyebut menghormati keputusan yang diambil Oezil. "Ia telah memberikan kontribusi besar bagi timnas Jerman. Dan keputusannya harus dihormati," jelas Merkel.
Ketika banyak pihak menilai Jerman mengalami kehilangan besar dengan mundurnya Oezil, Lothar Matthaeus tidak melihat hal itu. Mantan kapten timnas Jerman tersebut menyatakan Oezil, yang membawa Jerman merebut Piala Dunia 2014, tidak memberikan banyak kontribusi dua tahun terakhir.
"Belakangan ia tidak tampil mengesankan, termasuk di Piala Dunia 2018. Kini ada peluang pemain muda, mungkin yang lebih baik dari Oezil, untuk memperlihatkan kualitasnya.
Pernyataan Erdogan
Tidak hanya di Jerman, keputusan pernyataan Oezil juga berdampak ke Turki. Bahkan, Erdogan dengan tegas menyatakan senang dengan keputusan Oezil tidak lagi membela Jerman.
Erdogan menyatakan telah berbicara dengan Oezil. Menurutnya, Oezil telah menunjukkan sifat patriotiknya melalui pernyataannya tersebut.
"Tidak mungkin menerima sikap rasis semacam ini terhadap pemuda yang telah menuangkan begitu banyak keringat untuk keberhasilan Jerman. Ini tidak dapat ditoleransi," ujar Erdogan.
Sebelumnya, keputusan Oezil juga disambut gembira Menteri Kehakiman. Turki Abdulhamit Gul. Ia menyebut, Oezil telah melakukan sesuatu yang besar untuk berperang dan melawan virus-virus rasisme. (AFP/Dailymail/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved