Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA ada yang bisa menyatukan seluruh warga dunia dalam satu euforia, itulah Piala Dunia. Tanpa peduli ras, tingkat ekonomi, atau bahkan agama, semua larut dalam emosi pesta sepak bola yang paling banyak disaksikan manusia sejagat.
Decak kagum dan teriakan histeris menjadi warna-warni yang memeriahkan setiap laga. Terutama tatkala para pemain memperlihatkan kelihaian mereka 'menari' di atas rumput hijau.
Pada era modern ini, sepak bola telah menjadi gaya hidup. Tersamar sudah jejak masa lalunya, ketika sepak bola sempat dipandang sebelah mata oleh kalangan kelas atas Eropa. Anggapan mereka, berlari-lari berebut bola bundar bukanlah olahraga bergengsi. Namun, lihatlah kini. Bal-balan, begitu orang Jawa biasa menyebut sepak bola, telah menjelma menjadi olahraga favorit umat manusia .
Minggu (15/7) di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, menjadi saksi sejarah saat peluit panjang yang ditiup wasit Nestor Pitana menggema. Tiupan tersebut menuntaskan babak final Prancis versus Kroasia dengan tim 'Ayam Jantan' sukses meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.
Di tribun istimewa, Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan sontak melonjak. Penggemar berat sepak bola itu berseru mengumbar sukacitanya, sedangkan Presiden Kroasia Kolinda Grabar Kitarovic yang duduk di sampingnya menyungging senyum.
Pertandingan yang berakhir 4-2 bagi Prancis itu menyajikan segala drama yang sukses membuat para penonton mengharu biru. Bagi suporter Prancis, kemenangan tersebut menjadi hadiah terindah setelah perayaan Hari Bastille sehari sebelumnya.
Bagi Kroasia, kekalahan di final memang mengecewakan. Namun, mereka tetap layak berkepala tegak karena tampil di final ialah prestasi luar biasa. Sama seperti Prancis, Kroasia patut berpesta merayakan penampilan istimewanya di Rusia.
Piala Dunia terlalu akbar untuk sesal dan gerutu. Lihat saja, seusai tim nasional mereka berseteru, Macron dan Kitarovic kompak mencium Piala Dunia yang sengaja disodorkan Presiden FIFA Gianni Infantino sebelum diserahkan ke timnas Prancis, sang kampiun dunia. (Sumaryanto Bronto/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved