Selangkah lagi bagi Vatreni

Agus Triwibowo Laporan dari Rusia
09/7/2018 03:00
Selangkah lagi bagi Vatreni
(AFP PHOTO / Adrian DENNIS)

SAAT menghadapi tuan rumah Rusia di perempat final, Kroasia menunjukkan mental juara. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Fisht, Sochi, dini hari WIB ,Minggu (8/7).
     
Kroasia meraih kemenangan 4-3 melalui adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit.

Lolos ke semifinal membuat Kroasia mampu menyamai prestasi pada 20 tahun silam. Di Piala Dunia 1998, Kroasia yang dimotori Davor Suker serta Zvonimir Boban mampu bertahan hingga empat besar sebelum akhirnya disingkirkan Prancis 1-2. Kroasia akhirnya merebut posisi ketiga dengan mengalahkan Belanda 2-1.

Kesuksesan mengulang prestasi di Prancis 1998 membuat Kroasia berpeluang melampauinya di Rusia. Kroasia selanjutnya akan menghadapi Inggris di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (12/7) dini hari WIB, untuk berebut tiket ke final.

"Prestasi ini sangat membanggakan bagi kami dengan kembali tampil di semifinal. Kami melewati jalur yang sangat sulit. Kami sangat tidak beruntung di turnamen-turnamen sebelumnya, tetapi sekarang kami menuntaskan utang tahun ini. Kami berharap bisa melewati raihan 1998," tandas kapten Kroasia, Luka Modric.

Saat menghadapi Rusia, Kroasia sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Denis Cheryshev di menit ke-31 sebelum Andrej Kramaric menyamakan kedudukan 8 menit berselang. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal.

Di babak perpanjangan waktu, Valtreni, sebutan timnas Kroasia, berbalik unggul lewat gol sundulan Domagoj Vida di menit ke-101. Rusia akhirnya memaksa laga harus diteruskan melalui adu penalti setelah pemain kelahiran Brasil, Mario Fernandes, menjebol gawang Kroasia pada menit ke-115 untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Dalam adu penalti, dua algojo Rusia, Fedor Smolov dan Fernandes, gagal menjebol gawang Kroasia yang dikawal Danijel Subasic. Sebaliknya, kiper sekaligus kapten Rusia, Igor Akinfeev, hanya sekali tidak kebobolan ketika tendangan Mateo Kovacic gagal menembus gawang.

Itu menjadi adu penalti kedua yang harus dilalui Kroasia di Piala Dunia 2018. Di babak 16 besar, Kroasia juga harus melalui drama tos-tosan sebelum menang 3-2 atas Denmark setelah bermain 1-1 selama 120 menit.

Kandidat pemain terbaik
Lolosnya Kroasia ke semifinal membuat Luka Modric disebut-sebut sebagai kandidat kuat menjadi pemain terbaik dunia tahun ini. Dalam 10 tahun terakhir, gelar tersebut hanya menjadi milik Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dengan masing-masing lima kali merebut gelar bergengsi tersebut.

Namun, Modric sama sekali tidak mau memikirkan hal tersebut. Modrid, yang merupakan rekan Ronaldo di Real Madrid, menegaskan yang ada dalam pikirannya saat ini ialah membawa Kroasia meraih prestasi terbaik di Rusia 2018, bukan hal lain.

"Saya sama sekali tidak memikirkan hal tersebut (pemain terbaik dunia). Saat ini saya fokus meraih kesuksesan dengan bersama Kroasia. Kami telah mencapai sesuatu yang besar dengan lolos ke semifinal. Terus terang, bagi saya penghargaan sebagai individu tidak penting," tegas kapten timnas Kroasia tersebut.

(R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya