Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIKET ke babak perempat final yang didapat setelah menundukkan Portugal 2-1 di babak 16 besar akhir pekan lalu harus dibayar mahal oleh Uruguay. Dalam menghadapi Prancis di babak delapan besar untuk berebut tiket ke semifinal, Uruguay terancam tidak bisa memainkan Edinson Cavani.
Striker PSG tersebut mengalami cedera hamstring sehingga harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-75 saat melawan Portugal. Cedera Cavani kelihatannya tak begitu parah.
Namun, ia tetap harus menjalani masa pemulihan sehingga terancam absen pada laga kontra Prancis, Sabtu (7/6) malam. Asosiasi Sepak bola Uruguay (APF) merilis pernyataan resmi terkait dengan kondisi terakhir Penyerang Paris Saint-Germain tersebut.
‘Pemindaian telah dilakukan pada Edinson Cavani yang mengonfirmasikan adanya pembengkakan, tetapi tidak sampai ada robekan otot’, tulis pernyataan tersebut.
Absennya Cavani tentu akan memengaruhi permainan skuat Los Celeste. Pasalnya, penyerang berusia 31 tahun tersebut memiliki peran krusial atas pencapaian tim di edisi Piala Dunia kali ini.
Sejauh ini Cavani tercatat mencetak tiga gol. Selain memborong gol di laga kontra Portugal, satu gol ia bukukan saat menundukkan Rusia 3-0 di laga ketiga Grup A Piala Dunia 2018.
Absennya Cavani membuat pelatih Uruguay Oscar Tabarez mempersiapkan alternatif lain untuk mengisi kekosongan di lini depan. Penyerang Girona, Cristhian Stuani, menjadi pilihan terbaik Tabarez untuk menggantikan Cavani di babak delapan besar.
Meski Stuani tampil menjanjikan bersama Girona dengan mengoleksi 19 gol di Liga Spanyol 2017-2018, level permainan eks pemain Middlesbrough tersebut masih di bawah Cavani. Kendati demikian, para punggawa Los Celeste berpikiran positif dapat menaklukkan Les Bleus, julukan Prancis.
Gelandang Uruguay, Rodrigo Bentancur, optimistis dapat menyingkirkan skuat arahan Didier Deschamps jika timnya tampil lebih solid dan kompak. Menurutnya, Prancis memang menunjukkan penampilan luar biasa saat melawan Argentina di babak 16 besar.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami akan mencoba melakukan tugas kami, mencoba untuk kompak, bertahan secara kolektif. Jika masing-masing dari kami bisa melakukan apa yang kami bisa, kita lihat saja nanti hasilnya,” jelasnya.
Persaingan Ketat
Sepanjang sejarah, Uruguay telah enam kali bertemu dengan Prancis dengan meraih dua kemenangan dan empat kali imbang. Walau statistik pertemuan mengunggulkan Uruguay, pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, menegaskan tidak hilang keyakinan untuk meraih kemenangan.
Namun, ia menyadari laga kontra Uruguay akan menjadi pertandingan yang sengit. Kendati Uruguay tetap memiliki celah yang bisa dimanfaatkan, mereka akan tetap sulit ditaklukkan.
“Uruguay tim Amerika Selatan yang sangat sulit dihadapi. Uruguay mungkin yang paling dekat dengan Peru. Mereka solid dan juga agresif. Kualitas mereka tidak seperti Argentina sehingga pertandingan yang sulit tengah menanti kami saat ini,” jelas Deschamps. (AFP/GOAL/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved