PELATIH Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memuji setinggi langit performa Harry Kane. Striker berusia 21 tahun itu memborong tiga dari empat gol Spurs kala menghabisi Leicester City 4-3 di White Hart Lane, kemarin.
Itu sekaligus menjadi sinyal bagus menyusul pemanggilan debutnya ke tim nasional Inggris hanya dua hari sebelum pertandingan tersebut. Menurut rencana, Kane akan berlatih bersama tim Roy Hodgson untuk menghadapi Lithuania dan Italia, pekan depan.
Laga di White Hart Lane baru berjalan 13 menit, pemain kelahirÂan 28 Juli itu sudah membukukan dua gol di menit ke-6 dan ke-13. Jamie Vardy dan Wes Morgan sempat menyamakan skor di menit 38 dan 50 sebelum Kane melahirkan hattrick lewat titik putih (64’).
Itu merupakan kali pertama KaÂne membukukan tiga gol dalam satu pertandingan. Dengan tamÂbahÂan tiga gol itu, ia menyalip DieÂgo Costa di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara dengan 19 bola meski sang rival bisa kembali menelikung di laga tadi malam.
Terlepas dari itu, Pochettino meÂnyatakan pujiannya untuk performa Kane yang sempurna malam itu. Ia berharap penampilan sang anak muda bisa menginspirasi timnya untuk terus berjuang mendaÂpat tiket ke Eropa musim depan mengÂingat kini mereka masih bertengger di peringkat ketujuh dengan 53 poin.
"Malam ini ialah penampilan yang fantastis dengan Harry yang bermain fantastis juga. Saya ikut bangga dengan hattrick pertamaÂnya ini," kata pelatih asal Argentina tersebut.
Meskipun demikian, Pochettino meminta pasukannya untuk lebih hati-hati di laga mendatang. Pasalnya setelah gol Kane, David Nugent mampu membobol gawang the Lilywhites meski tuan rumah tetap menang karena sebelumnya bek Leicester Jeffery Schlupp membuat gol bunuh diri.
Sayang, kemenangan itu dinodai cederanya kiper Hugo Lloris yang diduga cedera parah. Di menit-meÂnit awal, penjaga gawang asal Prancis itu bertabrakan dengan rekan setim, Kyle Walker, sehingga harus ditandu keluar lapangan sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Debut kelabu Di Boleyn Ground, Dick Advocaat gagal mengawali kariernya di Sunderland dengan kemenangan. Ia ditugasi menyelamatkan the Black Cats dari zona degradasi, tetapi mereka justru kalah dari West Ham dengan skor tipis 0-1 karena gol tunggal Diafra Sakho 2 menit sebelum bubaran.
Dengan kekalahan itu, Sunderland duduk hanya satu tingkat di atas pintu degradasi dengan hanya satu poin lebih banyak daripada peringkat 18 sementara Burnley serta dua angka lebih sedikit daripada Aston Villa. Tentu hal tersebut membuat arsitek asal Belanda itu cemberut.
"Kami seharusnya bisa memperoleh hasil lebih bagus daripada ini karena pertandingan sebetulnya berjalan seimbang," jelas mantan juru taktik timnas Rusia dan Korea Selatan tersebut.
Meski kalah, Advocaat optimistis timnya bakal bertahan di Liga Primer musim depan. Di laga berikutnya kontra Newcastle United, mereka sudah bisa kembali memainkan Adam Johnson yang sempat ditahan polisi karena tuduhan pelecehan seksual terhadap gadis 16 tahun.
Jaminan pemain berusia 27 tahun itu ditebus klub hingga 28 April mendatang. Johnson sudah diturunkan di menit-menit akhir pertandingan tandang tersebut dengan harapan dirinya cepat kembali 'nyetel' dengan permainan tim. (AFP/AP/R-1)