Ongkos Mahal tidak Jadi Soal

(R-2)
21/6/2018 07:15
Ongkos Mahal tidak Jadi Soal
(MI/PANCA SYURKANI)

ONGKOS menonton pertandingan Piala Dunia langsung di Rusia pastinya tidak murah. Perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa merasakan langsung euforia pesta sepak bola empat tahunan di negara tempat diselenggarakanya per­helatan empat tahunan itu.

Semua harga meroket berkali-kali lipat. Tiket pesawat dan peng­inapan ialah yang paling banyak memakan biaya. Sebagai contoh, apartemen tiga kamar yang disewa sejumlah rekan-rekan jurnalis asal Indonesia yang berjarak 8 kilometer dari Stadion Luzhniki dipatok seharga US$250 per malam. Normalnya, apartemen milik mantan wartawan koran Sputnik itu dihargai hanya US$50.

“Harga ini termasuk murah. Jika Anda menginap di hotel, setidaknya Anda harus membayar sekitar US$500 per kamar untuk semalam,” terang Lenin, sang pemilik apartemen.

Sandra Silva, pendukung Portugal  yang datang dari London, Inggris, bersama tujuh kawanya mengaku, ia dan kawan-kawanya menghabiskan masing-masing kurang lebih 700 pound sterling, atau sekitar US$920 untuk bisa menonton satu pertandingan, yaitu laga Portugal melawan Maroko pada Rabu (20/6), dan kembali pulang pada Jumat (22/6).

“Bagi saya ini cukup mahal, namun ini pertama kalinya saya menonton Piala Dunia. Menurut saya ini setim­pal,” ujar warga negara Portugal yang tinggal di Ibu Kota Inggris itu. Begitu mendarat di Moskow, Sandra langsung meluncur ke Stadion Luzhniki untuk menonton pertandingan.

Jika dibandingkan dengan Sandra yang menempuh perjalanan selama 6 jam, Paul Guanilo Miranda asal Peru memerlukan waktu tiga hari untuk bisa tiba di Moskow karena harus transit di Barcelona dan Jerman. “Untuk mencari tahu harga tiket dari Peru ke Moskow, saya mencoba melakukan pencarian singkat di internet dan menemukan harga sekitar 96 ribu rubel, atau sekitar US$1.500 untuk sekali penerbangan ekonomi pada 20 Juni dengan hanya sekali transit.

Perjalanan yang panjang dan biaya yang tak murah tak menjadi soal bagi Paul yang datang bersama kekasihnya, Yamile Prinz Irigoin, dan sahabatnya, Marino Andre Aquino. Baginya, lolosnya Peru sebagai peserta Piala Dunia 2018 merupakan suatu hal yang membanggakan dan patut dirayakan dengan menonton pertandingan tim kebangganya secara langsung di stadion.

“Saya sangat senang dan bangga bisa berada di sini bersama kekasih dan sahabat saya untuk mendukung timnas kami. Setelah penantian selama 36 tahun akhirnya negara kami lolos kualifikasi Piala Dunia,” ujarnya berapi-api sambil merangkul Yamile dan Andre.

Yang terakhir, ada Hamzah asal Maroko yang menghabiskan sekitar US$9.000 untuk tinggal selama dua pekan di Rusia. Bila ditarik kesimpulan, biaya yang mahal tak jadi soal bagi para pendukung asalkan dapat menyaksikan langsung kemeriahan Piala Dunia Rusia 2018. (R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya