Bermain dengan Gaya Sendiri

Budi Ernanto
10/6/2018 10:05
Bermain dengan Gaya Sendiri
Gelandang Jepang, Shinji Kagawa (kedua dari kanan) tengah melakukan pemanasan dalam sesi latihan di Yokohama pada akhir bulan lalu. Kagawa menjadi salah satu andalan Jepang di putaran fi nal Piala Dunia Rusia 2018.(AFP/KAZUHIRO NOGI)

JEPANG mampu membuktikan konsistensi mereka di persaingan sepak bola dunia. Sejak pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia di Prancis 1998, Jepang tidak pernah absen setelahnya.

Dalam lima kesempatan sebelumnya, Jepang memang belum mampu berbuat banyak. Prestasi terbaik tim 'Samurai Biru' ialah babak 16 besar pada 2002 dan 2010.

Bukan tidak mungkin, di kesempatan keenam, Jepang mampu membuat kejutan di Piala Dunia 2018. Tidak seperti negara lain yang kekurangan pemain bintang, timnas Jepang akan tampil di Rusia dengan diperkuat pasukan mereka yang berpengalaman di kompetisi sepak bola Eropa.

Di antara mereka, Shinji Kagawa yang memperkuat Borussia Dortmund dan Shinji Okazaki di Leicester dipastikan menjadi pemain kunci. Belum lagi pertahanan Jepang diisi Yuto Nagatomo yang sudah tujuh tahun berseragam Inter Milan dan kini membela Galatasaray.

Jepang pun mampu memuncaki klasemen Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan torehan 20 poin. 'Samurai Biru' berhasil mengungguli lawan berat mereka seperti Arab Saudi dan Australia.

Di Rusia, Kagawa dan kawan-kawan akan tampil bersama pelatih baru, yakni Akira Nishino yang menggantikan Vahid Halilhodzic, pelatih yang dipecat dua bulan sebelum putaran final Piala Dunia 2018 bergulir. Dengan bergantinya sang juru taktik, timnas Jepang dipastikan semakin misterius. "Saya tidak berpikir kami telah mendapatkah hasil yang diinginkan dan juga belum mencapai potensi maksimal," ucap Nishino seusai dipilih menggantikan Halilhodzic.

Nishino menegaskan Jepang punya gaya tersendiri saat berada di lapangan. Walau demikian, diakui Nishino, Halilhodzic juga mendidik pasukannya sebagai pemain yang bisa menyerang dari segala arah, mampu bermain solo, dan juga tidak membuat kesalahan. "Namun, keunikan kami itulah yang ingin saya jadikan modal dasar untuk bersaing di Rusia nanti," kata Nishino.

Dalam waktu yang sedemikian singkat, Nishino menyatakan yang dia mau di Rusia hanyalah hasil terbaik. "Ini Piala Dunia, saya ingin tunjukkan bahwa kami cukup baik untuk bisa lolos dari fase grup. Namun, yang pertama ingin kami lakukan ialah para pemain harus menunjukkan performa terbaik mereka. Saya ingin mengeluarkan seluruh potensi mereka. Kami punya semangat untuk itu," ujar dia.

Belum maksimal

Di Rusia, Jepang akan bersaing di Grup H bersama Senegal, Kolombia, dan Polandia. Namun, dari persiapan yang dilakukan, belum ada tanda-tanda Jepang akan bisa mewujudkan mimpi mereka untuk lolos dari babak pertama.

Debut Nishino bersama timnas Jepang ialah melawan negara asal Afrika, Ghana, pada akhir Mei yang berujung kekalahan 0-2. Dari hasil tersebut, wajar jika Jepang nantinya bisa ditundukkan Senegal yang juga merupakan wakil dari Afrika. Kemenangan sulit didapat meski pemain sekelas Kagawa sudah diturunkan.

"Ada upaya yang sudah dilakukan, ada yang tidak. Apa yang tidak kami lakukan itu yang menyebabkan kami kalah. Saya sudah bisa mencoba banyak hal melalui banyak pemain, tapi kami tidak bisa menang memang itu mengecewakan. Namun, kami memang tidak memulai pertandingan dengan baik, kami seolah jalan di tempat," ujar Nishino.

"Dengan hasil pertandingan itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Situasi yang terlihat di pertandingan melawan Ghana bukan terjadi begitu saja. Kami seperti berusaha untuk memulai dari awal. Pastinya tidak ada satu pun pemain yang pesimistis. Kami tetap berpikir positif dan mempersiapkan diri sebaik mungkin," pungkas Nishino. (Japantimes/FIFA/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya