Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANEJEMEN PSMS Medan secara mendadak dan sepihak memberhentikan dua asisten pelatih yakni Wanda (asisten pelatih fisik) dan M Yusuf Prasetyo (asisten bidang analisis). Hal ini dilakukan karena tim asuhan Djadjang Nurjaman selalu mengalami kekalahan, terutama di laga tandang. Bahkan terakhir PSMS dipermalukan tamunya Persib Bandung di stadiun Teladan Medan 0-3.
Menurut CEO PSMS Dodi Taher, kedua asisten dari pelatih kepala Djadjang Nurjaman dinilai tidak memiliki konstribusi positif bagi tim sehingga pengurus mengakhir kontrak kerja sama kepada keduanya.
Sebagaimana diberitakan, rentetan buruk yang sudah diperoleh PSMS Medan dalam melakoni 13 laga di Liga 1 musim ini. Skuat Ayam Kinantan itu hanya mampu lima kali menang dan delapan kali mengalami kekalahan. Sampai saat ini, PSMS berada pada peringkat 14 dengan 15 poin.
"Ya usai libur Lebaran ini, Wanda dan Prasetyo tidak lagi kita masukkan dalam skuad PSMS. Sedangkan pelatih Djajang Nurjaman ke depan masih tetap dipertahankan sampai putaran pertama ini. Kita lihat nanti bagaimana masukan dari bapak pembina (Edy Rahmayadi). Pak Djajang nantinya akan didampingi asisten pelatih Suharto AD dan Sahari Gultom (asisten pelatih kiper)," ujar Dodi Taher menjawab Media Indonesia seusai acara berbuka bersama antara manajemen PSMS dan media di Medan, Sumatra Utara, Jumat (8/6) malam.
Seiring dengan pergantian dua asisten pelatihnya itu, manajemen PSMS Medan juga memastikan diri untuk mengganti lebih dari separuh dari para pemainnya. Di antara pemain yang sudah diputus kontraknya Sadney Urikhob.
Menurut Dodi, setelah dievaluasi striker asal Namibia itu semakin tidak menunjukkan performa yang bagus dalam tim sehingga terpaksa harus dipulangkan.
"Kita sudah bayar sisa kontraknya senilai Rp200 juta," ujarnya.
Dalam waktu dekat ini, manajemen akan mengganti sejumlah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang dan kiper.
"Terutama kiper. Kami krisis sekali. Kiper utama kami Abdul Rohim masih cedera. Jadi kami akan berburu kiper dari asing seperti Korea Selatan atau dari Thailand," tambah Dodi.
Dodi menambahkan, untuk berburu pemain lokal, tim PSMS mencoba membujuk Riko Simanjuntak (pemain sayap Persija) dan Gozali Siregar (Persib).
"Saya akan ke Jakarta akan saya bujuk dia supaya mau main di PSMS. Dia sudah saya ajak bicara tapi masih belum mau membela PSMS."
Dihubungi secara terpisah, asisten pelatih analisis PSMS, M Yusuf Prasetyo, kaget atas pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan manajemen PSMS Medan terhadap dirinya. Menurutnya, sebelumnya hingga sampai saat ini belum ada disinggung soal rencana pencopotan itu, termasuk dengan pelatih Djajang Nurdjaman.
"Head coach (Janur) belum ada konfirmasi apa pun soal ini."
Sementara itu, pelatih kepala PSMS Medan Djajang Nurdjaman atau yang akrab disapa Janur, yang dihubungi terpisah juga tak kalah kaget dengan keputusan mendepak dua asistennya tersebut. Sikap mendepak sepihak kepada dua asisten pelatih itu, malah membuat Janur berang.
Pasalnya, pencopotan dua asisten pelatih itu dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada dirinya. Dia menilai, sikap manajemen PSMS Medan itu tidak lebih sebagai bentuk intervensi.
"Ini merupakan bentuk intervensi yang dilakukan manajemen PSMS kepada saya. Kok kenapa bukan saya saja yang dievaluasi? Karena apa pun hasil yang diraih tim PSMS adalah sepenuhnya tanggung jawab saya. Mereka berdua hanya membantu tugas saya melatih anak-anak PSMS," kata Janur.
Tidak ingin memperpanjang polemik, Janur mengaku akan menemui manajemen PSMS untuk mempertanyakan keputusan itu.
"Kalau mau PSMS maju semua keputusan apa pun alasannya saya sebagai pelatih kepala harus mengetahui," ujarnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved