Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALIOU Cisse merupakan kapten dan salah satu pemain kunci di skuat Senegal saat membuat kejutan di Piala Dunia 2002. Bersama dengan Papa Bouba Diop, El Hadji Diouf, Papa Malick Diop, serta rekannya yang lain, Cisse membawa Senegal melangkah hingga perempat final sebelum disingkirkan Turki.
Setelah tidak lagi menjadi pemain, Cisse dipercaya menjadi pelatih timnas Senegal sejak 2015. Pria yang pernah merasakan sengitnya persaingan Liga Inggris itu memulai debut kepelatihan pada 2012.
Saat itu dia menjadi asisten pelatih timnas Senegal U-23. Setahun kemudian, dia mendapat kepercayaan menjadi pelatih utama.
Tidak butuh waktu lama bagi Cisse untuk bisa menangani tim senior. Di bawah asuhannya, Senegal mampu lolos ke Piala Dunia 2018. Dalam laga kualifikasi, dia membuat kejutan karena pasukannya mampu menaklukkan Afrika Selatan dengan skor 2-0.
Dia juga merupakan salah satu dari dua pelatih asli Benua Afrika yang mampu membawa negaranya berkompetisi di Rusia. Pelatih lain yang juga berasal dari Afrika, Nabil Maaloul, menangani timnas Tunisia.
Cisse tentu tidak terlalu kesulitan meramu strategi yang pas untuk timnas Senegal karena dia pernah menjadi bagian dari kesebelasan itu saat muda. Pria yang kini berusia 42 tahun tersebut bahkan menjadi kapten saat masih suka dipanggil timnas.
Ketika ditanya apakah dirinya lebih senang menjadi pemain atau pelatih jika masuk Piala Dunia, Cisse rupanya memilih posisinya sekarang. "Tentu sebagai pelatih karena saya tidak bisa melakukannya ketika menjadi pemain," ujarnya.
"Suatu kebanggaan bisa berpartisipasi di Piala Dunia. Pada 2002, saya kapten timnas. Sekarang saya menjadi pelatih timnas. Saya suka berbagai pengalaman yang saya punya kepada para pemain agar mereka paham bahwa mereka mewakili setiap orang di Afrika dan negaranya,” kata Cisse.
Namun, menjadi pelatih bukannya tanpa duka. Cisse mengakui dirinya sempat sakit kepala gara-gara harus memilih siapa pemain yang harus diterjunkan ke Rusia. "Benar-benar sulit saat harus memilih. Namun, saya harus aamelakukannya," ujar dia. (Goal/FIFA/Beo)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved